Broadway Perpanjang Penutupan Teater Hingga 2021

Pintu teater pertunjukkan tempat karya box office "To Kill a Mockingbird" dipentaskan, ditempel pengumumkan bahwa teater Broadway akan ditutup untuk sementara waktu akibat wabah virus corona di New York, Amerika Serikat, 12 Maret 20202. (ANTARA/Reuters/Mike Segar)

INFODENPASAR.ID, Jakarta – Broadway akan tetap menutup teaternya sepanjang sisa tahun ini, dan tidak jelas kapan pertunjukan akan dapat kembali ke panggung, Variety melaporkan pada Selasa (30/06/2020).

Ini menandai perpanjangan penutupan keempat Broadway, setelah penghentian pertunjukan yang dimulai pada bulan Maret karena wabah virus korona.

Penutupan ini sendiri merupakan periode waktu terpanjang di mana teater telah ditutup tanpa kepastian.

Broadway League mengumumkan pada hari bahwa pemilik teater akan mengembalikan atau menukar semua tiket yang dibeli untuk pertunjukan musik yang diputar hingga 3 Januari. Tetapi ada kemungkinan bahwa beberapa pertunjukan mungkin tidak akan kembali hingga batas waktu.



Untuk pertunjukan yang akan dilanjutkan pada “Great White Way”, tiket pertunjukan untuk musim dingin dan musim semi mendatang akan mulai dijual dalam beberapa minggu mendatang.

Ketika Broadway ditutup pada 12 Maret, 31 pertunjukan musikal dan drama sedang dilakukan, sementara 8 pertunjukan baru sedang dalam pratinjau dan 8 lainnya sedang bersiap untuk debut di musim semi.

Sudah, tiga pertunjukan; termasuk musikal Disney “Frozen,” “Hangmen” dan “Who’s Afraid of Virginia Woolf” – telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan kembali ketika Broadway dibuka kembali.

Pertunjukan lain, seperti kebangkitan Neil Simon dari “Plaza Suite” yang dibintangi Sarah Jessica Parker dan Matthew Broderick, telah menunda debutnya hingga 2021.

Broadway League mengatakan pihaknya terus bekerja dengan pejabat kota dan negara bagian guna menemukan cara teraman untuk membuka kembali.

Upaya-upaya tersebut termasuk penyaringan dan pengujian untuk audiens dan karyawan, peningkatan tindakan pembersihan dan sanitasi, dan pembenahan protokol di belakang panggung.

Broadway, sebagai sebuah industri, sangat beresiko karena teater seringkali kecil dan penuh dengan pengunjung.

BACA JUGA:  "Peninsula", Sekuel "Train To Busan" Akan Tayang 15 Juli 2020

Presiden Broadway League, Charlotte St. Martin mengatakan, “Kami bertekad untuk membawa kembali orang-orang yang bergantung pada industri ini untuk penghidupan mereka, dan untuk menyambut kembali semua orang yang menyukai bagian penting dari Kota New York ini, segera setelah aman untuk melakukannya.

“Seperti yang banyak dari kita di komunitas Broadway katakan selama ini – Kami akan kembali, dan kami memiliki begitu banyak cerita untuk diceritakan,” ujarnya melanjutkan.

Oleh : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Maria Rosari Dwi Putri

Kantor Berita ANTARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here