Untuk para pencintanya dan anggota Keluarga, Joger Buka dengan Protokol Kesehatan Yang Ketat

0
361
Pendiri Pabrik Kata Kata Joger, Joseph Theodorus Wulianadi siap menyambut kedatangan para pecintanya.

Kekeluargaan adalah otentisitas perusahaan yang digagas oleh Pabrik Kata Kata (PKK) Joger. Demikian disampaikan Junior Chief Executive Officer Joger, Armand Setiawan pada www.infodenpasar.id tentang alasan utama untuk membuka operasional toko yang terpaksa ‘tiarap’ sejak bulan Maret 2020, akibat terjadinya pandemi COVID-19 dan dilakukan dengan pembatasan sosial yang ketat dimana-mana.

Di Joger tidak ada ‘karyawan’ karena semua  disikapi layaknya Anggota Keluarga Joger, karena itu dikala pandemi ini, fokus utama adalah bagaimana agar para Anggota Keluarga ini tidak sampai harus terkena COVID-19 dan dampak sosialnya, “Maka kami sangat menjaga agar tidak terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Keluarga). Tentu salah satunya adalah dengan kembali menjalankan operasional toko, walau harus melakukan penjualan semionline seperti yang sedang coba kita lakukan saat ini.”

Nah bila ada kegiatan penjualan dari upaya ini, tentu ini adalah ekses positifnya, “Karena bagi kami targetnya adalah kebahagiaan dan bukan profit oriented semata.”  

Suasana toko Joger di Kuta yang dibuka dengan Protokol Kesehatan yang ada saat ini.

 Selain itu, para Anggota Keluarga tetap diberikan aktifitas, supaya tetap etis menerima uang saku, walaupun uang sakunya tidak sebanyak waktu normal (sebelum pandemi) , sebelum bulan Maret 2020.

Nah, dengan kembali bisa beroperasi, tentu Anggota Keluarga Joger yang ada sekitar 300 orang, termasuk di TEMAN Joger di Luwus bisa kembali melakukan kegiatan/beraktifitas walau belum sepenuhnya dan juga beberapa plasma yang selama ini mendukung di bidang produksi, bisa kembali berproduksi.

Untuk menjaga hubungan dengan plasma (sebutan untuk pendukung / suplier), kata Armand, pihaknya tetap melakukan komunikasi dengan mendatangi lokasi plasma, “Karena banyak dari mereka yang memproduksi hampir 100 persen produk Joger. Karena itu kita juga harus jaga agar kondisi mereka masih seperti semula, sehingga ketika kondisi pandemi menghilang, semua jalur produksi bisa langsung beroperasi secara sempurna dan optimal artinys kondisi kualitas dan kuantitasnya stabil kembali seperti semula.”

Dalam setiap plasma, selalu diutamakan kualitas, “Ini bisa dilakukan karena ada tenaga ahli dan para pekerja yang terampil, yang menghasilkan produk berkualitas sesuai standar Joger. Nah, mereka kan harus dijaga pula keberadaannya, sehingga mereka tidak mengalihkan kegiatannya untuk mengerjakan hal lain.”

Di sisi lain, beberapa guide resmi (pemandu wisata) terdampak, yang biasanya mendukung dan turut melestarikan nama jelek Joger secara positive, dengan sukacita dilibatkan dalam kegiatan/aktifitas Newest Normal Joger ini, Sekarang dalam pandemi ini mereka juga kehilangan pekerjaan dan penghasilan, maka sebagai ‘pemegang saham Joger’ mereka kita libatkan untuk menjadi jembatan dengan para pelanggan Joger, baik dengan sistem offline maupun online. ‘Ya supaya hubungan yang baik tetap terpelihara, mereka juga kembali beraktifitas dan berpenghasilan’

“Selama ini Joger tidak pernah melakukan penjualan secara online, namun kondisi sedikit memaksa, walau sistemnya belum penjualan online sepenuhnya.”

Kata Armand yang sempat menimba ilmu di Australia ini, keputusan buka tentu juga merupakan permintaan para pelanggan setia Joger yang disampaikan via platform media sosial yang dimiliki Joger seperti website, instagram, twitter dan facebook.  

Dorongan Garing

Dari semua itu, dorongan utama adalah dari Garing. Menurut Armand, Garing berasal dari kata tiGA piRING dan merupakan NSM (Niat Swadaya Masyarakat)  bukan LSM yang iktikad atau niat baiknya adalah untuk berbagi pada masyarakat yang kurang beruntung, seperti kegiatan berbagi sembako, membantu penunggu pasien kurang mampu, sampai dengan bedah rumah bagi masyarakat miskin yang rumahnya tidak kayak huni. Dan sejak Pandemi ini, baru pada tanggal 17 Agustus 2020 bisa menyelenggarakan kegiatan sosial, itupun tidak bisa sepenuhnya karena protokol kesehatan tidak memungkinkan kegiatan Garing leluasa dan masih sebatas di lingkungan keluarga saja. “Artinya, Garing tetap diniatkan untuk terus berbagi sesuai konsep Niat Swadaya Masyarakat yang telah dicetuskan.  Namun mohon maaf saat ini, kami lebih fokus kepada kesejahteraan anggota keluarga Joger. Nanti kalau sudah kembali Normal, kegiatan NSM Garing akan kami kembalikan normal juga.”

Akhirnya, kata Armand, PKK (Pabrik Kata-Kata) Joger memutuskan untuk buka kembali dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, baik pada para Anggota Keluarga dan begitu juga pada para pelanggan agar selalu memakai masker yang benar, penyiapan tempat cuci tangan yang cukup serta penggunaan hand sanitiser, juga tetap mengatur/jaga jarak saat kunjungan bagi pelanggan saat masuk ke toko Joger.

Armand Setiawan

Joseph Theodorus Wulianadi

Pabrik Kata-Kata Joger didirikan oleh Joseph Theodorus Wulianadi yang hingga saat ini masih terus memproduksi kalimat-kalimat unik, namun karena pandemi ini, kalimat-kalimat tersebut belum bisa diproduksi/diaplikasikan sebagai sebuah produk karena perlu banyak melibatkan pihak lain yang mengerjakan dalam berbagai bentuk produk lainnya.

Joger pertama didirikan diawal tahun 1981, tepatnya 19 Januari 1981 di jln. Sulawesi 37, Joger kedua juga di jln. Sulawesi 41 Denpasar, lalu saat sudah berkembang pindah ke Kuta (Joger ketiga) pada 7 Juli 1987 dan menetapkan sebagai satu-satunya toko Joger (Joger pertama dan kedua ditutup) . Dan pada 9 September 2009 membuka secara resmi TEMAN Joger di Luwus, Baturiti, Tabanan.

INFODENPASAR.ID