INFODENPASAR, Denpasar – Sebagai tindak lanjut analisis Instrumen Implementasi Kurikulum Merdeka yang telah dilaksanakan pada 28 s.d 30 April 2024, terkait pemetaan kondisi implementasi Kurikulum Merdeka di lapangan, Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Bali menggelar Penguatan (upgrading) Implementasi Kurikulum Merdeka Tahap 1 Tahun 2024. Kepala BGP Provinsi Bali, Dr. I Wayan Surata, S.Pd, M.Pd., didampingi Kasubag Umum dan ketua tim kerja PSP IKM, hadir untuk membuka kegiatan, pada Minggu sore (19/05/2024), bertempat di b Hotel Bali & Spa.
Dalam agenda ini, Kepala BGP Provinsi Bali menyampaikan rasa terima kasih terhadap peserta yang hadir dan antusias mengikuti kegiatan. Ini menunjukkan besarnya keinginan GTK Provinsi Bali untuk tetap mengembangkan diri untuk memberi layanan pendidikan yang optimal, karena kunci sukses Merdeka Belajar adalah berpusat pada perkembangan murid. Beliau menyampaikan BGP Provinsi Bali hadir sebagai UPT Kemdikbudristek, bukan hanya untuk guru penggerak, melainkan membersamai transformasi seluruh GTK di Provinsi Bali. “Kami mengundang Bapak Ibu based on data, by name, by address, berdasarkan apa yang Bapak Ibu isi di instrumen yang kami sebarkan”, tambah beliau dalam arahannya.

Beliau juga menjelaskan bahwa tahapan implementasi kurikulum bukanlah suatu peraturan atau standar yang ditetapkan Pemerintah. Tahapan ini justru dirancang untuk membantu pendidik dan satuan pendidikan dalam menetapkan target implementasi Kurikulum Merdeka. “Empat tahapan implementasi Kurikulum Merdeka bukan pengkotakan atau bentuk diskriminasi, yang menilai baik atau buruknya satuan pendidikan, melainkan sebagai rekomendasi penguatan yang tepat yang dapat diberikan”, tegas beliau. Kesiapan pendidik dan satuan pendidikan tentu berbeda-beda, oleh karena itu, tahapan implementasi ini dirancang agar setiap pendidik dapat dengan percaya diri mencoba mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Kepercayaan diri yang dimaksud merupakan keyakinan bahwa pendidik dapat terus belajar dan mengembangkan kemampuan dirinya untuk melakukan yang terbaik dalam mengimplementasikan kurikulum, dan yang lebih penting lagi, dalam mendidik. Kemampuan untuk terus belajar merupakan modal penting bagi pendidik.
Secara teknis pendidik dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada tahap yang berbeda. Namun demikian, secara filosofis setiap tahap dirancang agar pendidik tetap mengacu pada prinsip-prinsip pembelajaran dan asesmen (Prinsip Pembelajaran dan Prinsip Asesmen dapat dipelajari dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen). Sebagai contoh, pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik merupakan praktik yang sangat dianjurkan. Namun demikian, implementasinya tidak harus langsung pada pembelajaran terdiferensiasi. Pendidik yang belum percaya diri untuk menerapkannya, dapat mulai berlatih dengan menerapkan tahap yang paling sederhana, yaitu dengan melakukan asesmen di awal pembelajaran dan kemudian menjadi lebih peka akan adanya kebutuhan belajar peserta didik yang berbeda-beda.
Selain itu, beliau juga harapannya terkait capaian GTK dalam melakukan pengelolaan kinerja pada Platform Merdeka Mengajar, agar dapat mengelola kinerja dapat mencapai persentase 100%, sesuai linimasa, mengingat bulan Juni sudah mulai proses penilaian. “Daripada fokus kepada sanksi apa yang akan didapat jika tidak melakukan, lebih baik fokus melaksanakan agenda sesuai yang direncanakan, karena Bapak Ibu berhak mendapatkan pengakuan atas kinerjanya yang menunjang transformasi pembelajaran untuk mewujudkan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik”.

Kegiatan Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Tahap 1 Tahun 2024 ini akan terselenggara selama 4 hari, pada tanggal 19 s.d. 22 Mei 2024, dan diikuti 200 orang peserta dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SLB, yang berdasarkan hasil analisis berada di kategori Awal dan Berkembang. Sebagai fasilitator, BGP Provinsi Bali menghadirkan praktisi yang turut andil dalam penyusunan dan analisis instrumen pemetaan kondisi implementasi Kurikulum Merdeka. Materi yang dibahas terbagi menjadi 3 poin utama, yaitu optimalisasi komunitas belajar, Pembelajaran Berdiferensiasi, dan Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP). Pasca penguatan ini, BGP Provinsi Bali akan terus memonitor perkembangan satuan pendidikan dalam mewujudkan ekosistem ideal untuk implementasi kurikulum merdeka lebih optimal. (Ist)

