
INFODENPASAR, Badung – Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 telah berjalan sejak Juni 2021 sampai Mei 2024 atau sudah genap 3 tahun ajaran, sehingga tiba waktunya untuk handover ke pemerintah daerah masing-masing. Sekolah pelaksana Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 yang telah mendapat pendidikan selama 3 tahun memiliki tugas untuk mengimbaskan kepada satuan pendidikan lain terdekat di sekitar mereka. Dengan adanya pengimbasan dari Program Sekolah Penggerak, diharapkan dapat menggerakkan sekolah lain untuk turut mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan benar dan dapat menjadi tempat belajar yang nyaman bagi para murid untuk menciptakan profil pelajar Pancasila.
Guna melakukan penyamaan persepsi terkait materi yang harus diimbaskan dan membahas mengenai penganggaran pengimbasan yang diakomodir di dalam BOS Kinerja, BGP Provinsi Bali menggelar Pelatihan Pengimbasan Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 Provinsi Bali Tahun 2024, yang dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Umum BGP Provinsi Bali, I Made Abdi Wismana, S.T., M.T, pada Senin sore (03/06/2024), di b Hotel Bali & Spa.

Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada 34 satuan pendidikan pelaksana program Sekolah Penggerak yang sudah melalui banyak hal dalam 3 tahun pendampingan, “Ini bukan akhir dari kegiatan Program Sekolah Penggerak Angkatan 1. Akan disusun formulanya di kemudian hari. Penguatan IKM yang telah lalu menyasar non PSP. Selanjutnya, BGP Provinsi Bali akan menyasar peserta Penguatan IKM dari unsur PSP dan akan kami tarik data untuk melihat ketercapaian tahapan implementasi Kurikulum Merdeka di lulusan PSP. Jika masih di tahap awal dan berkembang maka akan kami tindak lanjuti dengan kegiatan yang sesuai”, ujar beliau.
Beliau juga menegaskan dalam implementasi Kurikulum Merdeka diharapkan tercipta diskusi antar pendidik dalam satuan pendidikan dan dalam komunitas belajar. Diskusi tersebut membahas hal-hal apa yang perlu dilakukan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sesuai tahap masing-masing. “Adanya tahapan dalam implementasi Kurikulum Merdeka ini menunjukkan bahwa guru dan satuan pendidikan dapat mulai mengimplementasikan pada tahap yang lebih rendah dibandingkan dengan yang lain, namun pelaksanaannya tetap berpegang pada prinsip-prinsip perancangan kurikulum yang berlandaskan pada filosofi Merdeka Belajar”, tambah beliau. Maka, dukungan dapat diberikan dengan tepat karena seiring waktu satuan pendidikan akan semakin mahir serta percaya diri untuk bergerak ke tahap berikutnya.

Selain memperluas skala dampak yang dihasilkan dari Sekolah Penggerak yang telah mendapatkan pendampingan selama tiga tahun, pelatihan ini dimaksudkan agar terdapat peningkatan mutu pembelajaran agar lebih merata kepada lebih banyak sekolah dan daerah lainnya, Di samping itu, dorongan untuk menciptakan ekosistem belajar bagi satuan pendidikan baik secara internal dalam sekolah dan eksternal secara kolektif, melahirkan kegiatan pengimbasan sebagai salah satu strategi dalam memperluas dan mempercepat terjadinya perubahan positif pada pendidikan di Provinsi Bali khususnya. Pelatihan Pengimbasan Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 Provinsi Bali Tahun 2024 ini akan dilaksanakan selama 4 (empat) hari, dengan menghadirkan pelatih ahli atau fasilitator Sekolah Penggerak Angkatan 1 sebagai narasumber. Nantinya, pengimbasan ini akan dikawal pelaksanaannya oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bali sesuai petunjuk teknis yang diterbitkan Kemdibudristek. (Ist)
