
INFODENPASAR, Denpasar – Pandemi covid-19 sangat mempengaruhi perputaran ekonomi di dunia. Di Bali yang merupakan sektor industri pariwisata pun ikut terkena imbasnya. Banyak tempat wisata yang harus tutup untuk sementara waktu. Wisatawan asing pun mulai sedikit yang berkunjung ke Bali.
Dengan penurunan pada industri pariwisata maka maka bus pariwisata pun terkena imbasnya. Bus yang biasanya mengangkut wisatawan asing kini sudah 3 bulan tidak beroprasi. “Selama 3 bulan sudah tidak beroprasi, terhitung dari Februari, Maret dan April” Ujar I Nyoman Sudiarta.
Sehubungan dengan tidak beroprasinya bus pariwisata selama 3 bulan, Asosiasi Angkutan Bus Pariwisata berinisiatif untuk mengadakan kegiatan memanaskan bus bersama. “Hal ini adalah spontanitas kami bersama, ini membuktikan bahwa komunitas angkutan bus pariwisata di Denpasar masih eksis hingga saat ini” Jelas Nyoman Sudiarta selaku ketua Asosiasi Angkutan Bus Pariwisata.

Kegiatan memanaskan bus bersama ini dilaksanakan dengan start di Serangan sebagai tempat berkumpulnya bus pariwisata yang tergabung dalam asosiasi.
Kegiatan yang diadakan pada hari Kamis (23/04/2020) ini mengambil rute Serangan – Bundaran Airport – Simpang Dewa Ruci – By Pass Sanur dan diakhiri di Jalan Hang Tuah Renon. “Dalam kegiatan ini kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kami tetap mengikuti peraturan lalu lintas yang berlaku” Ujar Nyoman Sudiarta
Asosiasi Angkutan Bus Pariwisata sendiri berharap dengan kegiatan ini pemerintah dapat memberikan perhatian berupa relaksasi pada lembaga keuangan. Terutama pada usaha angkutan bus pariwisata yang juga merupakan komponen pariwisata yang ikut membantu industri pariwisata di Bali.
Pewarta : Eka Widya Putra
