KSOP: Faktor Alam Penyebab Kapal Tenggelam di Perairan Sanur

0
41
Tim SAR Gabungan saat evakuasi kapal cepat yang tenggelam di perairan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa 5/8/2025. ANTARA/HO-Basarnas Bali

INFODENPASAR, Denpasar – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa menyatakan kapal cepat yang tenggelam di jalur masuk Pelabuhan Sanur akibat faktor alam.

“Kalau kami melihat adalah faktor alam karena beberapa kapal yang masuk sudah aman masuknya tapi satu kapal ini mungkin tidak mengantisipasi adanya ombak besar,” kata Kepala KSOP Kelas II Benoa Aprianus Hangki.

“Jadi dia (kapal) terhantam ombak. Kalau istilah kami tergulung ombak jadi kapalnya langsung terbalik,” sambungnya di Denpasar, Selasa (05/08/2025).

Kapal cepat yang membawa 75 penumpang dan lima awak kapal dari Pelabuhan Nusa Penida tenggelam sekitar pukul 15.15 Wita.

Aprianus menjelaskan, kapal cepat itu sendiri berangkat dari Pelabuhan Nusa Penida pukul 14.30 Wita, kemudian tiba di buoy navigasi berwarna hijau merah alur masuk Pelabuhan Sanur pukul 15.10 Wita, dan akhirnya tenggelam pukul 15.15 Wita.

“Kalau berdasarkan BMKG tinggi ombak berkisar 2-4 meter di perairan. Iya cuaca memang, secara prediksi BMKG tinggi ombak seperti itu,” ujarnya.

Yang meyakini KSOP Kelas II Benoa itu adalah faktor alam juga karena kapal tersebut berlayar sesuai jumlah kapasitas penumpang, sehingga tidak ada unsur kapasitas berlebih.

“Masih batas aman karena jumlah penumpang yang diizinkan sesuai sertifikasi kapal adalah 75, batas maksimal tergantung masing-masing ukuran kapal,” kata dia.

Hingga saat ini berbagai elemen termasuk masyarakat sedang melakukan proses evakuasi kapal untuk mencoba mencari korban lain di bangkai kapal.

Dari total 80 orang di dalam kapal terdata sebanyak 73 orang WNA, dua orang WNI, dan lima awak kapal dengan kondisi saat ini sebanyak 77 orang selamat, dua penumpang WNA China meninggal dunia, dan satu awak kapal KA (23) masih dalam pencarian.

“Kapal saat ini sudah ada di pinggir pantai sebelah ujung dermaga, diupayakan untuk di balik, dengan harapan Tim SAR Gabungan akan melakukan penyisiran terhadap bangkai kapal harapan kami korban bisa ditemukan,” kata Aprianus Hangki.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Sambas

Kantor Berita ANTARA