
INFODENPASAR, Badung — Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Program Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali Tahun 2026 yang diselenggarakan di Plagoo Holiday Hotel, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (11/03/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam mendukung pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di Bali.
Forum ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat koordinasi serta menyelaraskan program pengembangan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan pendidikan di Provinsi Bali.
Penguatan Sinergi Program Pengembangan Guru
Dalam sambutannya, Sesditjen GTK menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara berbagai pihak dalam pelaksanaan program pengembangan guru. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan sangat bergantung pada kompetensi guru yang terus berkembang.
Melalui rapat koordinasi ini, berbagai program prioritas pengembangan guru yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 dibahas bersama guna memastikan implementasi yang efektif di daerah.
Dalam arahannya, Temu Ismail menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam mendukung peningkatan kompetensi guru sebagai kunci peningkatan mutu pembelajaran.
“Penguatan kompetensi guru merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar berbagai program pengembangan guru dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali, I Wayan Surata, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakor Program BGTK Bali ini adalah salah satu upaya strategis yang menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan berbagai program pengembangan GTK di daerah. Menurutnya, koordinasi yang baik antara BGTK Provinsi Bali dengan Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota, dan mitra strategis lainnya, akan mendukung pelaksanaan program pengembangan guru secara lebih terarah dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Guru dan Tenaga Kependidikan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas proses pembelajaran di satuan pendidikan. Oleh karena itu, berbagai program pengembangan kompetensi dan penguatan kapasitas GTK perlu dirancang dan dilaksanakan secara terarah, terukur, serta berbasis kebutuhan di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap dapat terbangun ruang diskusi dan koordinasi yang konstruktif antara BGTK Provinsi Bali dengan seluruh mitra kerja, sehingga berbagai program dan kegiatan yang direncanakan dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.”, imbuhnya.
Rakor Program BGTK Bali ini diikuti oleh 87 peserta yang terdiri dari Kepala Bidang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan Pendidikan Khusus beserta operator dari Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Provinsi Bali, Kepala Bidang GTK beserta operator, Koordinator Pengawas, perwakilan Kelompok Kerja Guru (KKG), serta perwakilan instansi mitra strategis seperti BKPSDM, BPMP Provinsi Bali, dan Balai Bahasa Provinsi Bali. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan tim kerja BGTK Provinsi Bali.

Pada kegiatan ini, peserta diberi penjelasan terkait Kebijakan Kemendikdasmen tahun 2026 terkait tata kelola guru dan program prioritas, serta program unggulan tim kerja BGTK Provinsi Bali, termasuk mendiskusikan pedoman pelayanan publik BGTK Bali tahun 2026. Dalam kesempatan itu pula dipaparkan hasil pemetaan kompetensi guru di Provinsi Bali yang dilaksanakan secara daring melalui pengisian instrumen refleksi kompetensi menggunakan Google Form pada tanggal 23–31 Januari 2026.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis pada bulan Februari 2026 untuk menghasilkan peta kompetensi guru. Sasaran pemetaan adalah guru ASN pada berbagai jenjang jabatan, yaitu Guru Ahli Pertama, Guru Ahli Muda, Guru Ahli Madya, dan Guru Ahli Utama. Sebanyak 27.588 guru dari total 36.065 guru ASN di Provinsi Bali berpartisipasi dalam kegiatan ini atau sekitar 76,5% dari total populasi guru.Melalui kegiatan Rakor Program BGTK Bali ini diharapkan dapat terbangun koordinasi yang lebih kuat antara BGTK Provinsi Bali dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, sehingga berbagai program pengembangan Guru dan Tenaga Kependidikan dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Bali. Agenda dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan akan membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan kompetensi guru, penguatan peran pengawas sekolah, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan di Provinsi Bali. (Ist)
