Sinergi Regional: Kepala BGTK Bali Hadiri Forum Strategis SEAQIL untuk Transformasi Pendidikan Bahasa

0
19
Sumber: Dok. BGTK Provinsi Bali (Ist)

INFODENPASAR, Denpasar – Di tengah dinamika kawasan yang kian berkembang, urgensi penguatan pendidikan bahasa menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Data dan laporan internasional menggarisbawahi bahwa tingkat literasi di Asia Tenggara masih diperhadapkan pada berbagai tantangan krusial, mulai dari aspek pemahaman bacaan hingga keterampilan literasi digital. Kondisi ini dipicu oleh adanya ketimpangan akses, variasi kualitas pedagogi, serta tuntutan adaptasi teknologi yang menjadi faktor determinan dalam menentukan arah transformasi capaian literasi. Hal tersebut yang menjadi motivasi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Language (SEAQIL) menggelar Strategic Partnership Dialogue on Language Education: Strengthening Collaboration in Southeast Asia di Bali, Kamis (16/04/2026). 

Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali, I Wayan Surata, menghadiri secara langsung sekaligus berkesempatan menyampaikan poin-poin penting yang patut menjadi perhatian. Beliau mengapresiasi forum hasil inisiasi dari SEAQIL ini  sebagai wadah strategis untuk mempererat kerja sama lintas sektor antara pemangku kepentingan nasional dan internasional demi memajukan kualitas pengajaran bahasa di kawasan Asia Tenggara.

Dalam sambutannya, Surata menekankan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi teknis, melainkan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan peningkatan literasi masyarakat. Beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif SEAQIL yang mampu menciptakan ruang dialog bermakna bagi berbagai institusi, termasuk perguruan tinggi dan lembaga pemerintah, untuk merumuskan langkah konkret dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global.

Sumber: Dok. BGTK Provinsi Bali

“Kegiatan ini bukan sekadar forum pertemuan, tetapi ruang dialog bermakna untuk memperkuat kolaborasi dalam memajukan pendidikan bahasa di Asia Tenggara,” ujarnya.

Direktur SEAQIL, Dr. Brian Arieska Pranata, membuka kegiatan ini secara resmi dan menekankan pentingnya kemitraan strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global. Melalui forum ini, SEAQIL juga memaparkan arah strategis program prioritas untuk tahun 2026 dan 2027 yang berfokus pada penguatan literasi, karakter, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa.

Forum yang diselenggarakan secara tatap muka ini menghadirkan kurang lebih 20 partisipan yang merepresentasikan berbagai sektor, mulai dari SEAMEO Centre di Indonesia, akademisi perguruan tinggi, hingga organisasi pemerintah dan mitra pembangunan. Agenda kegiatan disusun secara komprehensif, mencakup diseminasi kebijakan strategis, diskusi panel, serta sesi paralel yang secara khusus membedah peluang kemitraan berdasarkan program-program prioritas SEAQIL.

Interaksi yang dinamis dalam diskusi memungkinkan para peserta untuk merumuskan berbagai potensi kerja sama nyata guna memperkuat pendidikan bahasa di tingkat regional. Keberadaan forum ini menjadi sangat krusial sebagai platform kolaboratif dalam menghadapi tantangan pendidikan secara kolektif. Sinergi yang terjalin antarlembaga dan lintas negara diharapkan tidak hanya mempertajam kemampuan linguistik, namun juga memperkokoh literasi siswa secara lebih kontekstual dan menyeluruh.

Ke depan, forum ini diharapkan menghasilkan rancangan kerja sama antara SEAQIL dan para mitra untuk tahun anggaran 2026 dan 2027. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik serta inovasi pembelajaran bahasa yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21, termasuk integrasi teknologi dan penguatan karakter peserta didik. Bersama para mitra, termasuk BGTK Provinsi Bali, SEAQIL optimistis dapat mendorong terwujudnya sistem pendidikan bahasa yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Asia Tenggara. (Ist)