Akademisi Ungkap Tantangan Publikasi dan Dokumentasi Kebudayaan Bali

0
39
Akademisi bahas peran media massa dalam merkam perjalanan kebudayaan Bali dalam Diskusi Budaya PKB 2026 di Denpasar, Senin (6/7/2026). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

INFODENPASAR, Denpasar – Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana (Unud) Prof. Nyoman Darma Putra menilai media massa memiliki peran penting dalam merekam perjalanan panjang kebudayaan Bali

“Kalau tidak ada pemberitaan media, kita akan kehilangan banyak catatan tentang perjalanan kebudayaan, seperti Pesta Kesenian Bali, peran media sudah sangat jelas dan tidak perlu diragukan lagi,” katanya di Denpasar, Senin (06/07/2026).

Dalam Diskusi Budaya Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 Prof Darma mengatakan bagi kebudayaan Bali yang hidup sangat panjang, media massa yang merupakan sarana publikasi maupun dokumentasi telah mencatat tiap dinamikanya.

Namun, menurutnya, harus diakui dokumentasi kebudayaan masih perlu diperkuat, mengingat di Bali terdapat beragam kesenian dan beragam kelompok seni juga yang melestarikannya.

Tantangan yang dihadapi untuk memenuhi seluruh dokumentasi kebudayaan salah satunya adalah keterbatasan pembiayaan untuk publikasi dan pendokumentasian karya seni.

Untuk itu ia mendorong sanggar maupun yayasan seni menjalin kerja sama dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) atau dengan pemerintah sebagai pembuat regulasi mengenai pelestarian kebudayaan.

Dengan demikian maka kelompok seni tidak sulit melakukan pendokumentasian perjalanan karya, kata dia, apalagi banyak perusahaan, termasuk perbankan dan industri perhotelan di Bali memiliki komitmen mendukung pelestarian budaya, namun masih mencari saluran yang tepat.

Selain itu Prof Nyoman Darma Putra memandang pemerintah juga perlu memastikan pos anggaran untuk publikasi dan dokumentasi media, yang bisa digunakan untuk pemberian edukasi mendalam kepada media di Bali sehingga dalam penggarapan karya berita dan kapasitas jurnalis bertambah.

Sementara itu Dewan Kehormatan Provinsi PWI Bali IGM Dwikora Putra menambahkan media massa memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding sekadar memberitakan rangkaian kegiatan budaya seperti PKB 2026 ini.

“Jangan hanya berhenti pada potret kegiatan, yang lebih penting adalah mengangkat dinamika kebudayaan, sehingga PKB memiliki dokumentasi intelektual yang bisa menjadi referensi pada masa mendatang,” kata Dwikora.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Risbiani Fardaniah

Kantor Berita ANTARA