Kemenpar Jadikan Jakarta dan Bali Percontohan Wisata Kebugaran

0
14
Dokumentasi suasana penumpang di pintu kedatangan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

INFODENPASAR, Jakarta – Kota Jakarta dan Pulau Bali diumumkan menjadi daerah pusat percontohan pengembangan wisata kebugaran (wellness tourism) di Indonesia, demikian Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya.

“Jakarta dan Bali kami tetapkan sebagai lokus awal pengembangan ekosistem wisata kebugaran pada tahun 2026-2027 karena keduanya memiliki tingkat kesiapan industri yang paling tinggi dan karakteristik yang saling melengkapi,” kata Nia kepada ANTARA di Jakarta, Minggu (26/07/2026).

Dia menjelaskan Bali telah lama dikenal sebagai destinasi kebugaran kelas dunia, dengan keunggulan yang bertumpu pada kekayaan alam, budaya, layanan spa, yoga, serta tradisi kesehatan yang berakar pada kearifan lokal.

Reputasi tersebut menjadi modal yang sangat kuat bagi daerah untuk terus mengembangkan industri kebugaran Indonesia di pasar global.

Di sisi lain, Jakarta memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang utama wisatawan internasional sekaligus pusat bisnis dan layanan kesehatan modern.

Kondisi tersebut membuat Jakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata kebugaran urban yang mengintegrasikan gaya hidup sehat, layanan kesehatan, dan pengalaman wisata di kawasan perkotaan.

“Fokus Kementerian Pariwisata, bukan semata-mata membangun destinasi kebugaran. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem usaha kebugaran yang kuat dan berkelanjutan,” kata Nia.

Lebih lanjut Nia memandang Jakarta dan Bali sebagai lokasi yang tepat untuk memulai inisiatif ini karena pemerintah, utamanya Kementerian Pariwisata, ingin membangun model pengembangan ekosistem kebugaran yang terintegrasi.

Ekosistem itu, tambah Nia, nantinya dapat direplikasi dan menjadi model percontohan bagi sejumlah destinasi lain di Indonesia.

“Harapannya, keberhasilan model ini akan mempercepat pengembangan wisata kebugaran secara nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi kebugaran berkelas dunia yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” kata dia.

Nia juga menyebut Indonesia memiliki keunggulan dalam mengembangkan wisata kebugaran yang menekankan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa.

“Ini menjadi keeutentikan serta sebagai ciri khas wellness tourism Indonesia yang mengakar dari budaya asli Nusantara yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia,” tambah dia.

Nia bercerita bahwa leluhur bangsa Indonesia mempunyai pengetahuan atas keseimbangan tubuh, pikiran dan jiwa seperti yang terdapat di relief Candi Borobudur, naskah-naskah lontar di Bali, dan manuskrip di keraton era Mataram Islam.

Keautentikan budaya wellness masih terus dilestarikan seperti tradisi spa dengan beragam rempah yang juga memiliki keanekaragaman di masing-masing daerah, meditasi, jamu tradisional, aromaterapi, makanan sehat, dan pemanfaatan sumber daya alam geothermal.

Kementerian Pariwisata pada 2025 telah menyelenggarakan Wonderful Indonesia Wellness (WIW) yang dijadikan sebagai kegiatan payung bagi berbagai eventkebugaran di Indonesia.

Melalui WIW, Kementerian Pariwisata mengintegrasikan berbagai inisiatif dan kegiatan yang mendorong penguatan ekosistem wisata kebugaran nasional.

Selain kembali berkolaborasi dengan Jogjakarta Cultural Wellness Festival (JCWF) di tahun ini, dia menyebut pemerintah juga akan mendukung berbagai kegiatan strategis lainnya, seperti event Wellness Tourism ASEAN–Japan Center di Bali.

Adapun negara-negara yang disebutnya memiliki kegemaran pada wisata kebugaran, yakni negara-negara dengan pengeluaran wisatawan tertinggi, justru berasal dari kawasan yang juga menunjukkan minat besar terhadap wisata olahragabeserta unsur pendukungnya, yakni wellness tourism, event, adventure tourism dan experience atau integrated area tourism seperti Swiss, Austria, Belgia, dan Amerika Serikat.

Keterkaitan ini memperlihatkan bahwa pengembangan sport tourism dan unsur pendukungnya wellness tourism, event, adventure tourism dan experience atau integrated area tourism tidak hanya berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga nilai belanja wisatawan, sehingga dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas penerimaan devisa pariwisata Indonesia

Sementara itu dari penyelenggaraan acara Wonderful Indonesia Wellness (WIW) 2025 di DI Yogyakarta dan Kota Surakarta pada 1-30 November 2025 lalu banyak dikunjungi wisman dari China, India, Jepang, Korea Selatan, Australia, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Bayu Prasetyo

Kantor Berita ANTARA