QRIS Dipakai 65,77 Juta Pengguna dan Diterima 44,86 Juta Gerai

0
11
Arsip foto - Pembeli menggunakan layanan digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) saat melakukan transaksi pembayaran di salah satu lapak UMKM di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (15/8/2026). Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah mencatat transaksi QRIS hingga Juni 2026 mencapai 47,53 juta transaksi atau tumbuh 236 persen secara tahunan, melampaui total transaksi sepanjang 2025 yang mencapai 37,80 juta transaksi. ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/bar/wpa.

INFODENPASAR, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna serta diterima oleh 44,86 juta merchant dengan 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM.

BI memandang, perluasan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong UMKM semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

“QRIS bukan lagi sekadar alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal, tetapi QRIS sudah menjadi pintu masuk utama, entry point, bagi UMKM ke dalam ekosistem keuangan digital,” kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta di Jakarta, Jumat (21/08/2026).

Transformasi digital dipandang menjadi semakin penting untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mendorong UMKM naik kelas di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Untuk itu, BI terus mendorong UMKM untuk go digital melalui tiga strategi utama, e-farming melalui digital farming untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, e-commerce melalui onboarding UMKM untuk memperluas akses pasar digital, serta e-financing melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk memperkuat pencatatan laporan keuangan dan akses pembiayaan.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Kantor Berita ANTARA