Dispar Bali Optimalkan Pemahaman ASN Terkait Pungutan Wisman

0
13
Dispar Bali gelar pertemuan daring dengan ASN bahas PWA, Denpasar, Rabu (23/9/2026). (ANTARA/Ho-Dispar Bali)

INFODENPASAR, Denpasar – Dinas Pariwisata (Dispar) Bali memperkuat pemahaman aparatur sipil negara (ASN) di tingkat kabupaten/kota di Provinsi Bali mengenai tujuan, mekanisme, hingga pemanfaatan Pungutan Wisatawan Asing (PWA) guna mengoptimalkan kebijakan pungutan tersebut.

“Tujuan daripada webinar ini adalah pertama, memberikan pemahaman yang benar dan utuh mengenai PWA, termasuk tujuan dan konteksnya dalam mendukung pelindungan kebudayaan dan alam Bali,” kata Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya dalam webinar bertajuk Wisata Berkualitas, Bali Berkelanjutan.

Sumarajaya di Denpasar, Rabu (23/09/2026) menyebutkan, kegiatan yang awalnya menargetkan 300 peserta ASN itu justru diikuti jauh lebih banyak dari target yang mencapai 818 ASN dari kabupaten/kota se-Bali.

Menurut Kepala Dispar Bali, partisipasi ini penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat maupun wisatawan tetap konsisten di berbagai perangkat daerah dan wilayah.

Apalagi di tengah capaian penerimaan PWA yang telah mencapai Rp289 miliar per 20 September 2026.

Melanjutkan pemahaman tersebut, Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Bali I Ketut Yadnya Winarta menyampaikan bahwa PWA dikenakan sebesar Rp150 ribu per orang dan dibayarkan satu kali selama berwisata melalui sistem Love Bali.

Yadnya menyebut dari sekitar 150 endpoint yang terdaftar, baru 65 yang aktif melakukan pemungutan, di mana hotel, travel agent, dan daya tarik wisata (DTW) penyelenggara akan memperoleh insentif sebesar 3 persen.

Dana yang terkumpul dari PWA tersebut nantinya diarahkan untuk perlindungan kebudayaan, lingkungan alam, membantu 1.500 desa adat, serta peningkatan kualitas destinasi, industri, pemasaran, hingga kelembagaan pariwisata.

Di luar optimalisasi PWA, Dispar Bali juga memperkuat sektor pariwisata melalui bidikan pasar strategis seperti India yang mencatatkan 317.680 kunjungan sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Sumarajaya menyampaikan bahwa strategi ke depan difokuskan untuk memperkuat segmen luxury, wellness, dan MICE guna mendongkrak lama tinggal serta kualitas belanja wisatawan.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Zaenal Abidin

Kantor Berita ANTARA