Gubernur Bali Batalkan WFH Setelah Ada Solusi Untuk Atasi Antrean BBM

0
7
Gubernur Bali Wayan Koster batalkan rencana kebijakan WFH setelah hadir solusi antrean BBM di Denpasar, Selasa (13/10/2026). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

INFODENPASAR, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster membatalkan rencana penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan sekolah daring setelah dirumuskan solusi penanganan cepat untuk mengatasi antrean bahan bakar minyak (BBM).

“Kalau dengan skema yang diputuskan dalam rapat ini dan akan diterapkan mulai malam ini sampai besok, maka tidak perlu WFH,” ucap Koster usai rapat bersama PT Pertamina di Denpasar, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa semula terdapat rencana penerapan bekerja dari rumah apabila skenario penanganan darurat belum disiapkan secara matang.

“Jadi rencananya, kalau belum punya exercise (rencana) yang diterapkan malam ini sampai situasi normal, rencana kami tadinya adalah WFH, tapi saya kira tidak perlu,” ujar Koster.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak jadi diambil karena seluruh skema operasional penanggulangan antrean sudah tersusun dengan baik mulai dari di hulu yaitu Depo Pertamina hingga hilir yaitu SPBU.

Gubernur Bali menjelaskan bahwa batalnya mengeluarkan instruksi WFH tersebut dirancang bersama Direktur Utama Pertamina setelah mencermati ramainya antrean kendaraan warga di berbagai SPBU. Namun, di sisi lain pengiriman pasokan BBM juga sudah berjalan.
“Pada hari ini tanggal 13 Oktober, itu telah datang kapal tanker ke Depo Manggis dan Sanggaran dengan kapasitas Pertalite sebanyak 19,2 juta liter,” kata Koster.

Pasokan Pertamax juga tiba hari ini sebanyak 3 juta liter guna memenuhi kebutuhan masyarakat sampai tiga hari ke depan.

Pengiriman lanjutan dijadwalkan tiba pada tanggal 15, 16, dan 17 Oktober untuk BBM jenis Pertalite sebanyak 25 juta liter yang mencukupi kebutuhan hingga 10 hari ke depan.

Sementara itu, tambahan pasokan Pertamax dijadwalkan tiba pada 13 dan 17 Oktober sebanyak 13 juta liter guna mencukupi kebutuhan selama 10 hingga 11 hari ke depan.

Pemprov Bali mengasumsikan bahwa ketersediaan pasokan yang datang secara berkala tersebut menunjukkan bahwa stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax di Provinsi Bali berada dalam kondisi aman dan melebihi kebutuhan normal.

Pemprov Bali bersama Pertamina menetapkan prioritas penanganan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung karena memiliki tingkat kebutuhan tertinggi di wilayah tersebut.

Sebanyak 92 SPBU yang terdiri atas 54 unit di Denpasar dan 38 unit di Badung akan dioperasikan secara penuh selama 24 jam mulai malam ini, dan hari berikutnya juga akan diterapkan di Gianyar dan Tabanan.

Dengan masuknya pasokan BBM didukung kelancaran distribusi dari hulu ke hilir, maka Gubernur Koster meyakini tidak perlu dilakukan WFH.

“Karena Bali merupakan etalasenya Indonesia di hadapan masyarakat dunia, jadi segala sesuatu di Bali ini harus dapat kita kelola dengan akurasi yang tinggi, dengan manajemen yang rapi,” tutur Koster.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

Kantor Berita ANTARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here