BI Hitung Kendala Pasokan BBM di Bali Berdampak Terbatas

0
5
Antrean konsumen membeli BBM masih terjadi di salah satu SPBU di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (14/10/2026) ANTARA/Andi Purnomo

INFODENPASAR, Denpasar – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menghitung dampak akibat kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Dewata terhadap ekonomi daerah yang diperkirakan masih dalam skala terbatas.

“Mengingat proses normalisasi pasokan dan distribusi BBM sedang berlangsung, dampak terhadap perekonomian daerah diprakirakan tetap terbatas dan bersifat sementara,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan keterbatasan pasokan BBM dalam beberapa hari terakhir terutama berdampak pada kelancaran mobilitas masyarakat dan wisatawan serta menimbulkan keterlambatan sebagian aktivitas operasional usaha.

Adapun dampak yang dilaporkan di antaranya keterlambatan layanan transportasi wisatawan, penjemputan dan pengantaran tamu hotel, serta pengiriman kebutuhan operasional seperti bahan makanan, minuman dan jasa binatu.

Meski begitu, ia mencermati aktivitas usaha secara umum masih berjalan dan belum terdapat indikasi gangguan yang signifikan terhadap keseluruhan kegiatan ekonomi Bali.

Berdasarkan simulasi bank sentral itu, apabila keterbatasan BBM berlangsung selama tiga hingga lima hari, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Bali diprakirakan mengalami koreksi sekitar 0,014 persen.

Kontraksi pertumbuhan ekonomi diperkirakan menjadi lebih dalam sekitar 0,019 apabila kendala itu berlangsung hingga tujuh hari.

Sementara itu, dari sisi inflasi, hasil pemantauan BI di sejumlah pasar tradisional dan pelaku usaha menunjukkan pasokan barang kebutuhan masyarakat masih relatif terjaga dan harga komoditas pangan secara umum masih stabil.

“Hingga saat ini belum terdapat indikasi tekanan harga yang meluas akibat keterbatasan BBM mengingat persediaan bahan pangan masih mencukupi,” kata dia.

Meski begitu, ia menekankan terdapat potensi peningkatan biaya distribusi dan logistik dalam jangka pendek.

Tekanan itu memberi dampak terhadap inflasi Bali,meski diprakirakan relatif terbatas.

Pihaknya menghitung apabila keterbatasan BBM selama tiga hingga lima hari diprakirakan berdampak sekitar 0,010 persen terhadap inflasi Bali.

Sedangkan apabila berlangsung sekitar tujuh hari dampaknya diprakirakan mencapai 0,018 persen.

“Saat ini percepatan pemulihan pasokan dan distribusi BBM sedang berlangsung, dampak terhadap inflasi Bali diperkirakan tetap terkendali,” ucapnya.

Pihaknya akan memperkuat sinergi dengan tim pengendalian inflasi daerah (TPID) dan koordinasi dengan Pertamina yang menjadi langkah penting untuk menjaga kecukupan pasokan serta kelancaran distribusi BBM, khususnya BBM bersubsidi.

Sebagai informasi, keterbatasan pasokan BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai terjadi sejak Rabu (7/10).

Pertamina kemudian melakukan suplai BBM secara bertahap melalui dua terminal BBM di Bali yaitu Manggis di Karangasem dan Sanggaran di Denpasar untuk selanjutnya disalurkan ke SPBU.

Adapun menurut BUMN bidang minyak dan gas bumi, keterbatasan pasokan disebabkan kendala teknis saat bongkar muat BBM dari kapal tanker.

Hingga Rabu (14/10) pagi antrean masih terjadi di sejumlah SPBU di Tabanan, Denpasar, Badung, Gianyar, Jembrana hingga Singaraja di Kabupaten Buleleng.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Agus Salim

Kantor Berita ANTARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here