Indonesia Pastikan Lapor Penanganan Karhutla Secara Rutin ke ASEAN

0
6
Pengendara melintas menerobos kabut asap di Jalan Sukarno-Hatta Kota Palembang, Kamis (15/10/2026). ANTARA/Edo Purmana

INFODENPASAR, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Arrmanatha Nasir memastikan pemerintah telah memenuhi semua kewajiban pelaporan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara rutin kepada ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC).

Lembaga tersebut telah menetapkan status siaga Level 3 karhutla di kawasan Asia Tenggara sejak Agustus 2026.

“Kami sudah men-share (membagikan) semua data-data kita, apa langkah-langkah yang kami lakukan, situasinya, perkembangannya,” ucap Arrmanatha Nasir di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/10/2026).

Ia mengatakan, mekanisme ASEAN melalui ACC THPC mensyaratkan negara-negara Asia Tenggara yang mengalami masalah kabut asap lintas batas untuk memenuhi sejumlah kewajiban tertentu.

“Dan ini Indonesia telah memenuhi semua kewajiban-kewajiban pelaporan secara reguler,” tuturnya.

Menlu Arrmanatha pun menyatakan bahwa penanganan karhutla di Indonesia sudah mengurangi jumlah hotspot (titik panas) setiap harinya, meskipun menghadapi kendala besar dalam aspek cuaca.

“Dan dari laporan yang terakhir saya dapatkan, bahwa setiap hari ada kemajuan, jumlah hotspot itu berkurang, mungkin detailnya bisa ditanyakan kepada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” imbuhnya.

Upaya Indonesia untuk menanggulangi karhutla mendapat apresiasi dari sejumlah negara tetangga. Menlu Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan menyatakan bahwa Pemerintah Malaysia mengakui bahwa Pemerintah Indonesia sedang berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan kebakaran yang terjadi dan turut prihatin atas situasi tersebut.

Namun, Malaysia tetap berharap Indonesia dapat mengambil langkah-langkah penanganan yang lebih efektif karena situasi saat ini berdampak negatif terhadap masyarakat.

Hasan pun berencana untuk mengangkat isu kabut asap lintas batas dalam pertemuan menlu negara-negara anggota ASEAN yang rencananya digelar sebelum KTT ke-49 ASEAN di Manila pada November mendatang.

Singapura juga mengapresiasi upaya Indonesia mengendalikan karhutla serta siap memberikan bantuan untuk mengatasi dampak kabut asap.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu menyatakan bahwa pihaknya juga siap berpartisipasi dalam berbagai inisiatif kawasan untuk mengatasi dampak karhutla yang terjadi di sejumlah negara ASEAN.
Oleh Uyu Septiyati Liman
Editor : Aditya Eko Sigit Wicaksono

Kantor Berita ANTARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here