Gubernur Koster Sebut Kunjungan Wisman ke Bali Stabil di Angka 19.000-24.000 Per Hari

0
11
Gubernur Bali Wayan Koster memberikan sambutan pada acara peluncuran buku "Kompas Moral Wartawan" karya jurnalis senior Emanuel Dewata Oja di Denpasar, Bali, Rabu (28/10/2026). ANTARA/Rolandus Nampu

INFODENPASAR, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menyebut kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali berada pada kisaran 19.000 hingga 24.000 orang per hari dan relatif stabil sepanjang 2026.

“Sekarang ini wisatawan asing yang berkunjung ke Bali, saya punya data harian 19.000 sampai 24.000 per hari, stabil,” kata Koster saat peluncuran buku “Kompas Moral Wartawan” karya jurnalis senior Emanuel Dewata Oja di Denpasar, Rabu (28/10/2026).

Ia mengatakan jumlah kunjungan tersebut sempat menjadi perhatian ketika Bali menghadapi persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM).

Namun, menurut dia, situasi itu masih dapat dikendalikan sehingga tidak berdampak negatif terhadap stabilitas kunjungan wisatawan.

Koster menyebut jumlah wisatawan mancanegara yang datang setiap hari menjadi salah satu indikator penting bagi aktivitas ekonomi Bali, mengingat pariwisata memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor usaha.

Menurut dia, pergerakan wisatawan memberikan dampak terhadap tingkat hunian hotel, aktivitas restoran, perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta jasa perjalanan wisata.

“Tingkat huni hotel sekarang 90 persen lebih. Sekarang ini hotel yang mahal-mahal berbintang, malah lebih penuh, lebih sedikit. Hotelnya penuh, restorannya ramai, kemudian UMKM-nya berkembang, travelnya hidup. Semua rentetannya itu gerak,” kata Koster.

Ia juga menyampaikan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali pada 2025 mencapai sekitar 7,05 juta orang dari luar negeri dan 9,3 juta wisatawan domestik.

Koster mengatakan kinerja kunjungan pada 2026 menunjukkan perkembangan positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan 2019, ketika kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai sekitar 6,3 juta orang sebelum pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan tajam pada sektor pariwisata.

Koster turut menyoroti tingkat hunian hotel berbintang yang menurutnya mencapai lebih dari 90 persen pada sejumlah hotel dengan tarif tinggi. Kondisi tersebut, katanya, menunjukkan adanya aktivitas pasar pariwisata yang tetap kuat.

Selain akomodasi, aktivitas pariwisata juga berkontribusi terhadap penerimaan daerah melalui kegiatan usaha hotel dan restoran. Koster menyebut hingga 22 Oktober 2026 terdapat peningkatan penerimaan sekitar Rp600 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Ia menilai struktur ekonomi Bali yang bertumpu pada pariwisata memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai kabupaten dan kota karena kegiatan usaha pendukung tersebar di banyak wilayah.

“Kita di Bali ini, ekonominya, ekonomi rakyat yang sebarannya lebih merata, dibandingkan dengan ekonomi yang berbasis pada sumber daya alam minyak, gas, tambang, batubara,” ungkapnya.

Menurut Koster, keberlanjutan sektor pariwisata perlu didukung situasi daerah yang aman dan nyaman, serta koordinasi antarpemangku kepentingan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Ia berharap tren kunjungan wisatawan yang terjaga dapat terus menopang pertumbuhan ekonomi Bali dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha maupun masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada sektor pariwisata.

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan

Kantor Berita ANTARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here