Bali Targetkan Penurunan Stunting 6,15 Persen Pada 2024

Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati memimpin forum diskusi penurunan stunting di Denpasar, Kamis (4/8/2022). ANTARA/HO-Pemerintah Provinsi

INFODENPASAR, Denpasar – Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati menginstruksikan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Bali untuk bergerak cepat dalam penurunan stunting menuju 6,15 persen tahun 2024.

“Gerak cepat ini dibutuhkan untuk memastikan tercapainya target penurunan angka stunting pada tahun 2024 yang ditetapkan sebesar 6,15 persen. Prevalensi stunting di Provinsi Bali pada tahun 2021 tercatat sebesar 10,9 persen,” kata Wagub yang akrab dipanggil Cok Ace tersebut, di Denpasar, Kamis (04/08/2022).

Menilik data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), Cok Ace menyebut persentase yang dimiliki Bali saat ini sesungguhnya berada di bawah rata-rata nasional yang ditentukan sebesar 14 persen.



Namun terjadi perbedaan yang cukup signifikan antar Kabupaten/Kota se-Bali, maka dari itu Wagub Bali selaku ketua TPPS menyambut baik pelaksanaan diskusi yang bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting.

“Prevalensi stunting di Provinsi Bali tertinggi berada di Kabupaten Karangasem sebesar 22,9 persen dan terendah di Kabupaten Gianyar sebesar 5,1 persen,” ujar Cok Ace.

Dari diskusi tersebut, Cok Ace berharap terciptanya komitmen dan keselarasan dalam upaya penurunan stunting, komitmen tersebut mencakup penempatan upaya penurunan stunting sebagai salah satu prioritas utama pelaksanaan pembangunan di tingkat pusat hingga tingkat desa, mengoptimalkan mobilisasi sumber daya dan memperkuat koordinasi, pemantauan dan evaluasi.

“Komitmen yang kuat sangat penting untuk memastikan seluruh aktor pelaksana hadir dan menggerakkan serta mengerahkan upaya terbaiknya dalam upaya percepatan penurunan stunting di Bali,” kata wagub asal Ubud tersebut.



Kepala Perwakilan BKKBN Bali Ni Luh Gede Sukardiasih yang turut hadir mengatakan bahwa angka stunting di Pulau Dewata umumnya disebabkan oleh ketidakpahaman dan kurang tepatnya pola asuh.

Karena itu pihaknya kini mengarahkan upaya penurunan stunting melalui sosialisasi dan edukasi, salah satunya memanfaatkan media sosial.

“Kalau faktor ekonomi sudah tidak begitu berpengaruh pada angka stunting di Bali, demikian juga ketersediaan sarana fisik seperti air bersih, saya kira sudah terpenuhi,” kata Sukardiasih, menambahkan, saat ini yang menjadi sasarannya adalah sosialisasi pada remaja putri.

Oleh : Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Edy M Yakub

Kantor Berita ANTARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here