BI Bali Bantu Paket Pendidikan Daring Untuk Sekolah-Kampus di Buleleng

Kepala SMAN Bali Mandara I Nyoman Darta saat menandatangani berita acara serah terima bantuan pendidikan dari Bank Indonesia didampingi Kepala KPwBI Bali Trisno Nugroho dan anggota Komisi XI DPR I Gusti Agung Rai Wirajaya (Antaranews Bali/Rhisma/2020)

INFODENPASAR.ID, Singaraja – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyerahkan bantuan 10 paket sarana pendidikan daring, berupa laptop, proyektor dan screen untuk tujuh sekolah dan satu perguruan tinggi di Kabupaten Buleleng.

“Banyak faktor yang selama ini menghambat terlaksananya efektivitas pembelajaran daring, seperti penguasaan para guru terhadap teknologi yang masih rendah, keterbatasan sarana dan prasarana, jaringan internet dan biaya kuota,” kata Trisno Nugroho saat penyerahan bantuan pendidikan tersebut di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Buleleng, Kamis (10/12/2020).

Oleh karena itu, ujar dia, KPwBI Provinsi Bali melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) memberikan bantuan sarana pendidikan daring bagi sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang tersebar di seluruh wilayah kerja KPwBI Provinsi Bali.

Dari 48 paket bantuan pendidikan yang diserahkan kepada 36 lembaga pendidikan dari jenjang SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi di Bali selama 2020, 10 paket di antaranya diperuntukkan bagi sekolah dan kampus di Kabupaten Buleleng yang terletak di ujung utara Pulau Bali.

Adapun penerima 10 paket pendidikan di Kabupaten Buleleng itu adalah SD Negeri 3 Banyupoh (1 paket), SD Negeri 1 Sepang Kelod (1 paket), SMP Cahaya Qolbu (1 paket), SMP Negeri Banjar (1 paket), SMPK Santo Paulus (1 paket), SMA Negeri 2 Tejakula (1 paket), SMA Negeri Bali Mandara (1 paket) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Istiqlal (3 paket).

Pihaknya sangat berharap dengan bantuan sarana pendidikan itu dapat memberikan manfaat yang maksimal di tengah pandemi COVID-19 yang telah memaksa perubahan pendidikan formal di bangku sekolah menjadi belajar dari rumah dengan media pembelajaran daring.

“Keputusan pemerintah yang memindahkan proses pembelajaran dari sekolah menjadi di rumah, tentu saja awalnya membuat kelimpungan banyak pihak. Konsep sekolah dari rumah mungkin sebelumnya tidak pernah menjadi arus utama dalam wacana pendidikan nasional,” ujar mantan Kepala KPwBI Provinsi DKI Jakarta itu.

Pada kesempatan tersebut, Trisno juga mengucapkan terima kasih kepada anggota Komisi XI DPR I Gusti Agung Rai Wirajaya karena atas peran sertanya dalam memutuskan dan mengarahkan anggaran Bank Indonesia, di antaranya Program Sosial Bank Indonesia.

“Dengan demikian, dapat meningkatkan kontribusi Bank Indonesia untuk turut serta memajukan dunia pendidikan Indonesia,” ucapnya. Sementara itu, anggota Komisi XI DPR I Gusti Agung Rai Wirajaya mengajak insan pendidikan di kabupaten yang berlambang Patung Singa Ambararaja tersebut untuk terus bersemangat membangun dunia pendidikan.

“Mari kita bersama-sama bergandengan tangan membangun Bali dari sisi pendidikan. Bali kini tidak bisa lagi hanya bergantung dari pariwisata,” ucap politisi PDI Perjuangan itu.

Wirajaya juga memotivasi generasi muda Bali agar tidak merasa rendah diri untuk meraih pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi.

Sementara Kepala SMAN Bali Mandara I Nyoman Darta mengatakan dengan bantuan dari Bank Indonesia itu dapat melengkapi sarana pendidikan di bidang teknologi informasi yang sudah dimiliki pihak sekolah.

“Bantuan ini sangat bermanfaat karena dalam proses pembelajaran harus aktif dan kreatif dengan menggunakan media teknologi informasi. Meskipun sudah ada di sekolah, tetapi belum lengkap, dan ini melengkapi,” ucap pimpinan sekolah yang peserta didiknya berasal dari siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tersebut.

Dengan demikian, lanjut Darta, nanti sebagian besar guru bisa melaksanakan pengajaran dengan aktif dan kreatif dengan melibatkan peserta didik sehingga mampu berkolaborasi, berkomunikasi, dan berpikir kritis memecahkan masalah.


Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Masuki M Astro

Kantor Berita ANTARA