Desa Wisata Penglipuran Masuk Paket Kunjungan Wisata Delegasi GPDRR

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesudibjo saat mengunjungi Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (26/5/2022). ANTARA/HO-Kemenparekraf

INFODENPASAR, Jakarta – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesudibjo mengatakan Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, menjadi salah satu yang ditawarkan dalam paket kunjungan wisata untuk delegasi Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022.

“Delegasi GPDRR 2022 akan diperlihatkan rumah-rumah dengan arsitektur khusus, yakni arsitektur tahan gempa,” ungkapnya saat meninjau obyek wisata tersebut, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (26/05/2022).

Desa wisata ini mengusung konsep pelestarian budaya dan tradisi serta mengedepankan konservasi lingkungan sehingga cenderung dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia.

Beberapa penghargaan berhasil diraih berkat kebersihan desa tersebut, antara lain Kalpataru (penghargaan atas jasa dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia), Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) pada tahun 2017, dan masuk ke dalam Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation.

“Desa Penglipuran ini masuk ke dalam list destinasi pada program fieldtrip gratis yang difasilitasi oleh Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif),” ucap Angela.

Dengan konsep Tri Mandala, desa ini mengusung tata ruang yang dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala.

Pembagian wilayah tersebut diurutkan dari wilayah paling utara hingga paling selatan. Di wilayah utara merupakan bagian Utama Mandala yang menjadi tempat suci dan beribadah.

Di bagian tengah, ada zona yang disebut sebagai Madya Mandala. Zona tengah merupakan permukiman penduduk yang dibangun berbanjar di sepanjang jalan utama.

Wilayah paling selatan disebut dengan Nista Mandala, yakni zona khusus untuk pemakaman penduduk.

“Kami  berharap delegasi bisa menikmati desain arsitektur khusus desa ini, yang bangunannya memiliki struktur, fungsi, dan ornamen yang digunakan turun-temurun,” ujar Wamenparekraf.


Oleh : M Baqir Idrus Alatas
Editor : Nusarina Yuliastuti

Kantor Berita ANTARA