Dirjen Migas: Antrean BBM di Bali Akibat Kendala Distribusi, Stok Aman

0
5
Anggota Kepolisian Daerah Bali melakukan pengaturan lalu lintas di salah satu SPBU di Denpasar, Bali, Selasa (13/10/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Bali

INFODENPASAR, Jakarta – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengatakan antrean bahan bakar minyak (BBM) di Bali disebabkan kendala distribusi, sementara ketahanan stok BBM nasional masih aman pada kisaran 18-20 hari.

“Iya, itu masalah proses distribusi saja. Jadi kemarin memang ada keterlambatan kapal,” kata Laode usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Laode menjelaskan keterlambatan kapal pengangkut BBM menghambat penyaluran pasokan ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali, sehingga menimbulkan antrean kendaraan.

Namun, menurut dia, kini kapal pengangkut BBM tersebut telah tiba dan proses distribusi dipercepat melalui pelayanan selama 24 jam untuk memulihkan pasokan.

Laode memperkirakan gangguan distribusi BBM di Bali dapat teratasi pada Rabu ini atau Kamis (15/10/2026), seiring dengan percepatan penyaluran pasokan ke SPBU.

“Kapalnya sudah tiba, sejak di sana kemarin sudah dilakukan operasi pasar 24 jam. Semoga, mungkin hari ini atau besok sudah selesai permasalahannya,” ujarnya.

Ia menekankan kendala distribusi tersebut tidak disebabkan oleh menipisnya persediaan BBM secara nasional, mengingat ketahanan stok masih berada pada kisaran 18–20 hari.

“Ketahanan masih aman, 18-20. Jadi, masalah yang ada ini lebih disebabkan oleh pola distribusi karena musim,” ungkap dia.

Menurut Laode, kondisi musim dan cuaca menjadi salah satu tantangan dalam pendistribusian BBM, terutama untuk pengiriman yang mengandalkan jalur perairan.

Ia menjelaskan gelombang tinggi dapat menghambat kapal bersandar meskipun telah tiba di lokasi tujuan, sehingga memperlambat proses bongkar muat dan penyaluran BBM.

Sementara itu, di wilayah yang mengandalkan transportasi sungai, berkurangnya debit air dapat menyebabkan pengiriman dialihkan menggunakan truk dengan kapasitas angkut lebih terbatas dan waktu tempuh lebih lama.

Laode mengatakan kendala distribusi serupa juga pernah terjadi di daerah lain, termasuk Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga juga menjelaskan antrean BBM di Bali dipicu kendala teknis pada kapal pengangkut yang mengakibatkan keterlambatan proses sandar dan bongkar muat.

Untuk mempercepat pemulihan pasokan, Pertamina menambah pengiriman BBM sebanyak 26.200 kiloliter secara bertahap melalui kapal tanker yang dijadwalkan tiba pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026.

Pengiriman tersebut dilakukan melalui Terminal BBM Sanggaran di Denpasar dan Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem.

Pertamina Patra Niaga juga memetakan 52 SPBU di Bali untuk memberikan pelayanan selama 24 jam guna mempercepat penyaluran BBM kepada masyarakat.

Berdasarkan data Pertamina, rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter per hari, yang menjadi salah satu acuan dalam perencanaan kebutuhan pasokan dan distribusi BBM.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Kelik Dewanto

Kantor Berita ANTARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here