
INFODENPASAR, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengapresiasi dukungan Pemerintah Indonesia terhadap operasi pemeliharaan perdamaian PBB, dengan keterlibatan personel yang saat ini mencapai hampir 2.000 orang.
Antonio menyampaikan hal itu saat mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (PMPP TNI) di Sentul, Jawa Barat, Senin (19/10/2026).
“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas dukungannya yang tak tergoyahkan terhadap operasi penjaga perdamaian PBB selama bertahun-tahun, termasuk melalui perannya sebagai tuan rumah bersama Belanda dalam Pertemuan Tingkat Menteri Penjaga Perdamaian tahun depan,” kata Antonio dalam salinan pidatonya di Jakarta, Senin.
PBB mencatat hampir 2.000 personel berseragam Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan, sedang bertugas sebagai penjaga perdamaian dalam tujuh misi di berbagai belahan dunia.
Antonio mengatakan pasukan penjaga perdamaian PBB, yang dikenal sebagai Blue Helmets (Helm Biru), merupakan sumber harapan di sejumlah wilayah paling bergejolak di dunia.
Menurut dia, personel penjaga perdamaian memiliki peran penting dalam meredakan ketegangan di antara pihak-pihak yang bertikai, mengawasi penyaluran bantuan kemanusiaan, melindungi warga sipil, serta membuka ruang bagi penyelesaian politik dan terwujudnya perdamaian.
“Indonesia, sebagai negara penyumbang personel terbesar keenam bagi misi penjaga perdamaian PBB, memiliki peran penting dalam hal ini,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Antonio juga memberikan penghormatan kepada empat personel penjaga perdamaian Indonesia yang baru-baru ini gugur di Lebanon. Dia meletakkan karangan bunga di PMPP TNI untuk mengenang pengabdian dan pengorbanan mereka.
Antonio menegaskan bahwa tidak ada seorang pun dapat kehilangan nyawa saat menjalankan tugas demi perdamaian.
Dia turut mengecam serangan terhadap personel penjaga perdamaian sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Oleh karena itu, Antonio menyerukan pertanggungjawaban atas pelanggaran tersebut serta mendesak negara-negara anggota PBB memenuhi kewajiban untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB.
“Pelanggaran semacam ini harus dipertanggungjawabkan. Saya akan terus menyerukan kepada negara-negara anggota untuk memenuhi kewajiban mereka dalam menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB setiap saat,” ujarnya.
Antonio melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 17-19 Oktober guna membahas penguatan kerja sama antara Indonesia dan PBB dalam sistem multilateral.
Minggu (18/10), Antonio bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam pertemuannya dengan Prabowo, dia mengapresiasi langkah nyata Indonesia dalam membantu rakyat Palestina.
Antonio juga berpamitan kepada Prabowo menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai sekjen PBB pada Desember 2026.
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Kantor Berita ANTARA
