
INFODENPASAR, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster memutuskan untuk memperpanjang kebijakan pengaturan pembelian bahan bakar minyak (BBM) melalui skema nomor kendaraan ganjil dan genap yang semestinya berakhir hari ini.
Koster di Denpasar, Senin (19/10/2026), menyampaikan kebijakan pembelian BBM ganjil-genap tersebut resmi diperpanjang mulai Selasa, 20 Oktober besok hari hingga Jumat, 23 Oktober mendatang.
“Kami akan memperpanjang pengaturan ganjil genap yang berakhir terakhir hari ini, itu akan ditambahkan mulai besok sampai hari Jumat tanggal 23 Oktober nanti,” kata dia usai Rapat Koordinasi bersama Menteri ESDM dan PT Pertamina.
Perpanjangan aturan tersebut diambil menyusul efektivitas kebijakan sebelumnya yang berhasil mengurai antrean BBM di berbagai SPBU di Provinsi Bali.
Dalam aturannya, masyarakat pengguna BBM bersubsidi yang hendak membeli bahan bakar baru akan dilayani apabila nomor akhir dari pelat kendaraannya ganjil atau genap sesuai tanggal di hari tersebut.
Sebelumnya, Pemprov Bali merasa pembatasan kendaraan dalam membeli BBM bersama kebijakan bekerja dari rumah serta belajar secara daring terbukti mampu memperlancar suplai minyak secara umum di stasiun pengisian.
“Yang ternyata sangat efektif, hari Sabtu dan Minggu sampai hari ini secara umum suplai minyak ke stasiun pengisian bahan bakar umum berjalan dengan lancar dan tidak lagi antrean banyak,” ujarnya.
Pembatasan pembelian BBM ganjil-genap, didukung distribusi yang membaik, membuat situasi mulai normal, bahkan dilihat lebih baik dari sebelum terjadi kelangkaan BBM, namun menurut Koster pengawasan ketat tetap harus dijaga secara bersama-sama.
Oleh karena itu Pemprov Bali bersama pihak Pertamina dan aparat keamanan terus mengawal kelancaran distribusi demi menjaga ketersediaan cadangan energi di wilayah Bali.
Ketersediaan cadangan BBM di Bali sendiri saat ini rata-rata telah mencukupi untuk 11 hingga 12 hari dan ditargetkan untuk terus ditingkatkan hingga mencapai 15 hari.
Untuk mempercepat proses penguraian antrean BBM dan pemulihan distribusi, pengerahan armada kapal pengangkut dari Pulau Jawa juga telah ditingkatkan dari yang sebelumnya hanya tiga kapal kini menjadi tujuh kapal melayani penyeberangan.
Menurut Gubernur Koster, perhatian khusus terhadap stabilitas pasokan energi di Bali perlu dijaga mengingat status daerah sebagai destinasi wisata utama dunia yang selalu menjadi sorotan internasional.
“Ini perlu menjadi pemahaman kita bersama karena Bali merupakan destinasi wisata utama dunia menjadi perhatian negara-negara luar, jadi apa yang terjadi di Bali ini menjadi sorotan besar, sesuatu yang terjadi di Bali itu langsung mendunia,” tuturnya.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Tasrief Tarmizi
Kantor Berita ANTARA
