Bandara Ngurah Rai Tambah Lagi Maskapai Rute Bali-Melbourne

0
13
Pesawat Trans Nusa melakukan pendaratan di Runway Utara atau Landasan Pacu 07L/25R Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/5/2026). Berdasarkan Keputusan Menhub (KM) Nomor KM 1041 Tahun 2026 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) sebagai dampak fluktuasi bahan bakar (Fuel Surcharge) pada tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri, maskapai diberikan keleluasaan untuk menetapkan tarif tiket pesawat menyesuaikan harga avtur yang berlaku. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hma (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)

INFODENPASAR, Denpasar – Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali kembali menambah maskapai untuk melayani rute penerbangan langsung dari Bali menuju Melbourne, yaitu menggunakan TransNusa.

“Kami ucapkan selamat atas penerbangan perdana TransNusa rute Bali-Melbourne pp,” ucap General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Nugroho Jati dalam keterangan resmi di Denpasar, Bali, Selasa (20/10/2026).

Adapun penerbangan perdana maskapai TransNusa dengan nomor penerbangan 8B018 tersebut sukses diberangkatkan dari Bali pada Senin (19/10) malam pukul 20.33 Wita, dengan mengangkut sebanyak 139 penumpang.

Sebaliknya, untuk rute penerbangan dari Melbourne dengan nomor 8B019 tiba kembali di Pulau Dewata pada Selasa (20/10) pagi pukul 10.10 Wita dengan membawa 86 penumpang.

Nugroho menyampaikan seluruh rangkaian penerbangan rute pulang pergi antara Bali-Melbourne yang dioperasikan oleh TransNusa ini dipastikan akan beroperasi secara rutin sebanyak tujuh kali dalam seminggu.

Dengan masuknya armada baru ini, membuat rute penerbangan menuju Melbourne dari Bandara I Gusti Ngurah Rai kini telah dilayani oleh total tujuh maskapai penerbangan berbeda.

Ketujuh maskapai yang melayani jalur tersebut yaitu Jetstar, Virgin Australia, Garuda Indonesia, Batik Air Malaysia, Qantas, Indonesia Air Asia, hingga maskapai terbaru TransNusa.

Nugroho menjelaskan dari sisi TransNusa berarti pembukaan rute Melbourne ini sekaligus menambah daftar panjang rute internasional mereka di Bali setelah sebelumnya sukses mengoperasikan Perth, Singapura, Guangzhou, dan Phuket.

Pengelola bandara di Bali Selatan itu meyakini kehadiran tambahan baru di rute ini mampu memperkuat posisi strategis bandara sebagai pusat pariwisata utama Indonesia karena Melbourne masuk dalam jajaran rute internasional dengan jumlah penumpang tertinggi.

“Kami melihat adanya potensi besar pada rute ini untuk memperkuat posisi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai hub pariwisata Indonesia,” ujar Nugroho Jati.

Ia berharap penambahan opsi perjalanan ini bisa semakin mempermudah mobilitas masyarakat serta memperluas aksesibilitas antarnegara bagi para pengguna jasa penerbangan.

Dari catatan operasional bandara, hingga periode akhir September 2026, menunjukkan adanya layanan terhadap 63 rute penerbangan dari total 50 maskapai penerbangan internasional dan domestik.

Puluhan rute tersebut secara rinci terbagi menjadi 22 rute penerbangan domestik dan 41 rute internasional yang menjangkau 16 negara.

Dengan ini, Nugroho Jati optimistis penambahan maskapai rute Melbourne ini dapat mendongkrak lonjakan kunjungan wisatawan asal negeri kanguru ke Pulau Bali.

Hingga akhir September 2026, catatan statistik menempatkan wisatawan asal Australia di urutan teratas kunjungan mancanegara dengan angka mencapai 1,3 juta orang atau 25 persen dari total kedatangan.

Komitmen berkelanjutan terus ia gaungkan untuk memberikan pelayanan terbaik melalui pembukaan rute baru dan peningkatan frekuensi penerbangan demi kenyamanan pengguna jasa.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

Kantor Berita ANTARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here