INFODENPASAR, Jakarta – Survei Matriks Politik Indonesia menunjukkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjadi pejabat paling populer di Kabinet Merah Putih dengan tingkat popularitas 88,88 persen.
Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia Supriyadi menilai popularitas Teddy sangat tinggi berkat kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai aktivitas kenegaraan maupun kemunculannya di depan publik.
“Peran Teddy sebagai Seskab menjadikannya sangat strategis untuk mengatur koordinasi para menteri dan pejabat tinggi lainnya,” kata Supriyadi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Selain itu, kata dia, Teddy juga kerap tampil untuk menjelaskan kebijakan pemerintah dalam konferensi pers bersama menteri-menteri dan pejabat terkait.
Disebutkan bahwa hadirnya Seskab dalam berbagai momen seperti itu menunjukkan wajah Presiden dan dukungan kuat terhadap arah kebijakan.
Tak hanya populer, ia mengungkapkan nama Teddy juga masuk dalam peringkat lima besar menteri-menteri dengan penilaian terbaik.
“Popularitas dan penilaian yang baik terhadap Teddy memberi peluang menjadi ‘kuda hitam’ di masa depan,” ucapnya.
Pada peringkat kedua, nama Bahlil Lahadalia (85,3 persen) sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikenal luas, baik karena kebijakannya di bidang energi maupun gaya komunikasinya yang lugas dan cair.
Menurut Supriyadi, posisi Bahlil sebagai Ketua Umum Partai Golkar menjadikannya sebagai anggota koalisi yang sangat diperhitungkan Prabowo, dengan sejumlah penugasan strategis yang membuatnya kerap tampil di panggung kebijakan.
Demikian pula dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang ada di posisi ketiga (79,5 persen).
Ia menuturkan sebagai Ketua Umum Demokrat dan potensial menjadi pemimpin nasional ke depan, AHY memiliki popularitas yang sangat tinggi di tengah publik.
Dikatakan bahwa nama AHY kerap masuk dalam bursa pemilihan presiden (pilpres) mendatang, meskipun masih harus bersaing dengan berbagai tokoh lain yang popularitas dan elektabilitasnya jauh lebih tinggi.
Sementara di jajaran menteri dan pejabat dengan penilaian terbaik, dia menyebutkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menduduki peringkat pertama sebesar 75,1 persen.
Posisi berikutnya diraih Menteri Agama Nasaruddin Umar (70,4 persen) dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (68,8 persen).
Ia menambahkan Amran berhasil mewujudkan target ambisius Prabowo untuk membawa Indonesia mencapai swasembada beras dalam setahun pemerintahan.
“Amran juga menyederhanakan distribusi pupuk bersubsidi dan mempertahankan kebijakan harga pembelian (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram,” ujar Supriyadi menambahkan.
Hasilnya, nilai tukar petani (NTP) mencapai 131,11 pada September 2026, mencatatkannya sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Tak hanya dinilai terbaik, dikatakan bahwa Amran juga dikenal luas oleh publik dengan tingkat popularitas yang tinggi.
Selanjutnya, Supriyadi menyampaikan Menag Nasaruddin menempati peringkat kedua menteri terbaik, dengan kepemimpinan di bidang agama yang menyejukkan dan membawa kedamaian bagi bangsa.
Ia mengatakan Indeks Kerukunan Umat Beragama pada 2025 mencatat rekor tertinggi sebesar 77,89, yang berkorelasi penting dalam menjaga stabilitas dan iklim berusaha tetap kondusif.
Pada peringkat ketiga terbaik, Mensesneg Prasetyo dinilai tidak hanya menjalankan proses pengambilan keputusan strategis di Istana, tetapi juga mampu mengkomunikasikan kepada publik dengan fokus dan tegas.
“Bahkan di tengah kegaduhan yang ada, Prasetyo muncul dengan penjelasan yang sangat tenang dan tidak memancing polemik,” ucapnya.
Survei Matriks Politik Indonesia dilakukan pada 10-15 Oktober 2026, kepada 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi di Indonesia.
Tingkat kesalahan survei tercatat sebesar plus minus 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Didik Kusbiantoro
Kantor Berita ANTARA

