
INFODENPASAR, Denpasar – Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan talenta digital untuk memenuhi kebutuhan industri kreatif digital, khususnya di bidang animasi, pengembangan gim dan konten digital.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Adie Rochmanto Pandiangan di Denpasar, Sabtu (24/10/2026), menjelaskan BDI Denpasar memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan industri.
“Pengembangan kompetensi di BDI Denpasar diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri, khususnya bidang animasi, konten digital, pengembangan aplikasi dan gim,” ujar Adie.
Penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri elektronika dan telematika (IET).
Pada triwulan II 2026, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik tumbuh 8,04 persen, melampaui pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,32 persen.
Menurut dia, BDI Denpasar tidak hanya menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi, tetapi juga menyediakan layanan peningkatan keterampilan, sertifikasi kompetensi, serta inkubasi bisnis bagi calon wirausaha industri.
Fasilitas yang tersedia meliputi gedung animasi dan promosi, gedung desain dan fesyen, bengkel kriya atau makerspace, ruang kerja bersama (coworking space), serta inkubator bisnis.
Berbagai fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan keterampilan sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor industri kreatif.
Dalam mengembangkan program pelatihan, BDI Denpasar juga menjalin kemitraan dengan asosiasi industri, studio animasi, pengembang gim, rumah produksi dan perguruan tinggi.
Kerja sama ini mendukung penyusunan kurikulum, pelaksanaan pelatihan, hingga pemagangan agar kompetensi peserta sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Sejumlah mitra yang telah bekerja sama antara lain Asosiasi Game Indonesia (AGI), Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), Universitas Udayana, STIKOM Bali, serta The University of Sydney, Australia.
Sementara itu, Kepala BDI Denpasar Arga Mahendra mengatakan pihaknya terus meningkatkan kualitas pelatihan berbasis kompetensi sekaligus memperluas layanan pengembangan keterampilan bagi tenaga kerja industri.
Sepanjang 2015 hingga Oktober 2026, BDI Denpasar telah menyelenggarakan berbagai pelatihan berbasis kompetensi dengan total 16.113 peserta.
Program yang diberikan mencakup animasi 2D, animasi 3D, pemrograman web, pemasaran melalui media sosial, pemasaran digital, barista, hingga teknologi Industrial Internet of Things (IIoT).
Khusus sepanjang 2026 hingga Oktober, BDI Denpasar telah melaksanakan 13 kegiatan pelatihan dan lokakarya yang diikuti 304 peserta. Kegiatan tersebut mencakup bidang industri kreatif digital, barista, hingga pengolahan pangan.
Selain pengembangan kompetensi industri kreatif, BDI Denpasar juga memberikan pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia di bidang perhotelan dan layanan (hospitality), barista, serta bahasa Inggris. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja melalui peningkatan keterampilan.
Di sisi lain, penguatan mutu kelembagaan terus dilakukan melalui penerapan sistem manajemen mutu dan peningkatan kualitas pelayanan. BDI Denpasar telah memperoleh sertifikasi SNI ISO 9001:2015 serta akreditasi sebagai lembaga penyelenggara pelatihan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada 2026.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan
Kantor Berita ANTARA
