ASDP Ketapang Perkuat Kapasitas Angkut Urai Antrean Kendaraan

0
19
Antrean kendaraan truk logistik di area parkir Dermaga Bulusan, Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/Budi Candra Setya

INFODENPASAR, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat kapasitas angkut dan menyesuaikan pola operasi kapal guna mempercepat penguraian antrean kendaraan di penyeberangan lintas Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi)-Pelabuhan Gilimanuk (Bali) dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Direktur PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan dan waktu tunggu yang terjadi selama proses pemulihan layanan.

“Kami memahami antrean dan waktu tunggu yang terjadi berdampak langsung terhadap perjalanan masyarakat maupun distribusi logistik, dan fokus kami saat ini adalah mempercepat penguraian antrean secara terukur, dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia tanpa mengurangi aspek keselamatan,” kata Heru Widodo dalam keterangannya diterima di Banyuwangi, Selasa (29/09/2026).

Dia menyampaikan perkembangan kondisi di lapangan terus dimonitor sebagai dasar untuk melakukan penyesuaian pola operasi. Kapasitas kapal, distribusi muatan serta pola perjalanan diatur secara dinamis mengikuti kondisi antrean pada kedua sisi lintasan.

Ketika kondisi di salah satu sisi di lintasan Ketapang-Gilimanuk mulai lebih terkendali, lanjut Heru, kapasitas yang tersedia dapat dioptimalkan untuk mempercepat pergerakan kendaraan pada sisi yang masih mengalami antrean.

“Seluruh langkah ini terus kami evaluasi, agar pemulihan berlangsung semakin efektif hingga kondisi kembali stabil,” kata dia.

Menurut Heru, hingga Selasa (29/9) pukul 06.00 WIB panjang antrean kendaraan di sisi Pelabuhan Ketapang tercatat sekitar 8,5 kilometer, dengan titik ekor antrean berada di sekitar Pantai Sangkong, Parasputih dan waktu tunggu antrian sekitar 34 menit, dan antrean didominasi kendaraan logistik, sementara di sisi Gilimanuk tidak terdapat antrean kendaraan.

Untuk mempercepat penguraian antrean, ujar dia, sebanyak 27 kapal dioperasikan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk dengan penguatan pola perjalanan hingga 8 trip, dan armada kapal terdiri atas 14 kapal reguler yang melayani melalui Dermaga MB, dan sembilan kapal reguler melalui Dermaga LCM.

“Selain itu, terdapat pula empat kapal perbantuan Tanjung Balai (TBB) yang turut memperkuat layanan, terdiri atas satu kapal di Dermaga MB dan tiga kapal di Dermaga LCM,” kata Heru Widodo.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Ahmad Wijaya

Kantor Berita ANTARA