Awal Transformasi Besar, BGP Bali Diseminasikan Praktik Baik Sekolah Penggerak

0
60
Kepala Sekolah Penggerak mempresentasikan praktik baik di Ruang Merdeka Mengajar dalam rangkaian Gelar Aksi Nyata

INFODENPASAR, Denpasar – Program Sekolah Penggerak pertama kali diluncurkan pada bulan Februari 2021 sebagai langkah akselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh tahap untuk bergerak 1-2 tahun lebih maju dalam waktu 3 tahun ajaran. Di dalam sekolah penggerak, tidak ada sekolah unggulan dan tidak mengubah input, adanya adalah mengubah proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas SDM. Program Sekolah Penggerak dirancang untuk mengakselerasi perbaikan kualitas pendidikan melalui peningkatan kapasitas sekolah, pengembangan kompetensi guru, dan inovasi pembelajaran. Sebagai awal dari sebuah transformasi besar dari program pendampingan sekolah penggerak BGP Provinsi Bali menggelar kegiatan Gelar Aksi Nyata Program Sekolah Penggerak angkatan 1 Provinsi Bali selama 3 (tiga) hari . Kepala BGP Provinsi Bali, Dr. I Wayan Surata, S.Pd, M.Pd., didampingi Ketua tim kerja PSP IKM dan Penanggung Jawab Kegiatan hadir untuk membuka kegiatan, Rabu sore ini (29/05/2024), bertempat di Ballroom Nirmala Denpasar Hotel & Convention Centre.

Penyerahan Apresiasi dari BGP Provinsi Bali kepada aktor-aktor pendukung keterlaksanaan PSP Angkatan 1 (Ist)

Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan, fasilitator, Kepala Sekolah dan Guru yang berperan aktif dalam Program Sekolah Angkatan 1. Kegiatan ini sebagai bukti nyata dari dedikasi dan semangat dari pelaksanaan program sekolah penggerak untuk memajukan pendidikan di Provinsi Bali, “Kita harus memastikan bahwa inovasi dan praktik baik yang telah di pelajari dan lakukan selama program sekolah penggerak dapat terus berlanjut dan menyebar secara luas melalui kegiatan pengimbasan agar kita secara bersama-sama dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik dan lebih inklusif bagi peserta didik”, ungkap Kepala Balai Guru Penggerak dalam arahannya.

Lebih lanjut, beliau menitipkan pesan kepada seluruh peserta dengan mengutip sebuah pepatah Bali yang berbunyi, “Tirta Amertha tan pagending, hening tan pageran,” yang berarti air kehidupan tidak pernah berhenti, mengalir tanpa batas. Begitu juga dengan semangat sekolah penggerak dalam memajukan pendidikan, akan terus mengalir, memberikan kehidupan dan harapan bagi generasi mendatang.

Aksi guru di Pameran Gelar Aksi Nyata menggunakan topeng Bali dengan bahan kertas bekas (Ist)

BGP Provinsi Bali yang membersamai program ini selama 3 (tiga) tahun menyadari banyak transformasi yang dilakukan oleh satuan pendidikan pelaksana Program Sekolah Penggerak, seperti menguatkan kemampuan literasi dengan mengaktifkan pojok baca atau perpustakaan, program pemilahan sampah (kebersihan) untuk program kehidupan berkelanjutan mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs), dan lain sebagainya. Oleh karenanya, BGP Provinsi Bali menggelar kegiatan Gelar Aksi Nyata PSP Angkatan 1 sebagai wadah sosialisasi program perubahan dari masing-masing satuan pendidikan dan berbagi aksi nyata antar sekolah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masing-masing satuan pendidikan memahami seberapa jauh mereka telah melangkah dari posisinya sebelum mengikuti Program Sekolah Penggerak dan sebagai bentuk karya, sebelum dilimpahkan kembali kepada pemerintah daerah. Dalam arahannya, beliau juga menyampaikan informasi terkait Kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Prinsip pelaksanaan RPL adalah efisiensi pemanfaatan data Rapor Pendidikan. 

“Ini bukan akhir perjalanan Bapak Ibu bergerak, melainkan awal langkah untuk memulai transformasi lebih massive, melibatkan satuan pendidikan sekitar, melalui pengimbasan. Sebagai katalisator, sekolah penggerak berperan penting dalam suksesnya implementasi Kurikulum Merdeka di daerah Bapak Ibu masing.”, tegas beliau, sebelum akhirnya membuka kegiatan ini secara resmi.

Persembahan pertunjukan musik tradisional dari siswa siswi SLB Negeri 2 Denpasar dengan keterbatasan Tuli, sebagai pembuka Apresiasi Gelar Aksi Nyata PSP Angkatan 1 (Ist)

Kegiatan Gelar Aksi Nyata Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 Tahun 2024 berjumlah 117 orang yang berasal dari pelaksana Program Sekolah Penggerak, fasilitator sekolah penggerak, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga setempat, pengawas sekolah, dan dari unsur teknis, BGP Provinsi Bali dan BPMP Provinsi Bali. Selama 3 (tiga) hari, masing-masing satuan mendiseminasikan salah satu praktik baik unggulan, dan difasilitasi BGP Provinsi Bali dalam Ruang Merdeka Mengajar. Selanjutnya, program yang dilaksanakan atau produk yang dihasilkan sebagai output PSP Angkatan 1 dipamerkan dalam 35 booths Pameran Gelar Aksi Nyata terdiri dari TK Negeri Desa Banjar Tegeha, TK Pelita Kasih, TK Sai Prema Kumara, TK Swa Dharma, TK Tunas Harapan, SD Anak Emas, SD Negeri 1 Baktiseraga, SD Negeri 1 Banyuatis, SD Negeri 1 Lokapaksa, SD Negeri 10 Pedungan, SD Negeri 18 Pemecutan, SD Negeri 2 Sulanyah, SD Negeri 2 Tinga Tinga, SD Negeri 3 Les, SD Negeri 3 Tigawasa, SD Negeri 3 Tinga Tinga, SD Negeri 4 Bebetin, SD Negeri Suwug, SD Negeri 4 Tamblang, SD Negeri 4 Tejakula, SD Negeri 7 Pedungan, SD Negeri Rangdu, SD Negeri Tulangampiang, SD Pelita Bangsa, SMP Bintang Persada,  SMP Kristen 1 Harapan, SMP Negeri 1 Seririt, SMP Negeri 3 Singaraja, SMP Negeri 4 Sukasada, SMA Negeri 1 Busungbiu, SMA Negeri 1 Gerokgak, SMA Negeri 3 Singaraja, SMA Negeri 4 Denpasar, SMAS Candimas Pancasari, dan SLB Negeri 2 Denpasar. Agenda kegiatan Gelar Aksi Nyata PSP Angkatan 1 diselenggarakan pada tanggal 29 s.d. 31 Mei 2024, dan diakhiri dengan penyerahan apresiasi kepada 35 Sekolah Penggerak Angkatan 1, 13 Fasilitator, dan stakeholder pendukung terlaksananya Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 Provinsi Bali. (Ist)