BBMKG: Gelombang MJO Fase Empat Pengaruhi Hujan di Bali

0
67
Ilustrasi - Wisatawan menggunakan payung saat hujan deras mengguyur objek wisata Tanah Lot di Tabanan, Bali, Kamis (14/3/2024). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memprediksi terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Bali selama tiga hari pada 14-16 Maret 2024 yang merupakan dampak dari terbentuknya bibit siklon tropis 91S dan 94S di wilayah Indonesia. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa

INFODENPASAR, Denpasar – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengungkapkan Madden Julian Oscillation (MJO) atau gelombang osilasi non-seasonal pada fase empat mempengaruhi potensi pertumbuhan awah hujan di Bali.

“Ada potensi pertumbuhan awan hujan meningkat,” kata prakirawati BBMKG Wilayah III, Diana Hikmah di Denpasar, Bali, Kamis (28/11/2024).

Ia menjelaskan gelombang MJO terjadi di lapisan troposfer (lapisan dasar paling dekat dengan permukaan bumi, yang bergerak dari barat ke timur.

Adapun periode osilasi diperkirakan kurang atau lebih dari 30-60 hari. “Fenomena itu berdampak terhadap kondisi curah hujan di wilayah yang dilaluinya,” katanya.

Ia menyebutkan ada delapan fase MJO yang dikelompokkan menjadi empat bagian sesuai dengan pergerakannya, yaitu fase satu dan delapan atau wilayah barat dan Afrika.

Kemudian, fase dua dan tiga di wilayah Samudera Hindia, fase empat dan lima, yakni wilayah maritim, fase enam dan tujuh, yakni wilayah Pasifik Barat.

Saat ini, lanjut dia, MJO dalam kondisi aktif dan berada pada fase empat, sehingga meningkatkan proses pertumbuhan awan hujan di wilayah Bali.

“Terkadang pada fase tiga sudah berpengaruh meski tidak sekuat pada fase empat,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan BBMKG Denpasar untuk perkiraan periode 28-30 November 2024, potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Bali bagian barat, tengah dan utara.

Angin diperkirakan bertiup dari arah barat daya-barat dengan kecepatan hingga 36 kilometer per jam. Sedangkan tinggi gelombang laut di perairan selatan Bali, Selat Bali, dan Selat Lombok diperkirakan hingga dua meter.

Sementara itu, Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho meminta masyarakat mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang laut yang dapat mencapai dua meter di perairan selatan Bali.

“Kami imbau masyarakat agar tetap waspada, dampak cuaca ekstrem, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” katanya.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Endang Sukarelawati

Kantor Berita ANTARA