
INFODENPASAR, Denpasar – Selasa pagi (4/11), Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali, I Wayan Surata, melakukan pemantauan ke satuan pendidikan yang menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Beliau menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dilaksanakan oleh SMA Negeri 1 Denpasar pada Selasa, 4 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran serta memetakan kompetensi peserta didik sesuai dengan standar pendidikan nasional.
Tes yang diikuti oleh seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 520 orang tersebut menguji penguasaan materi pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta mata pelajaran pilihan yang bervariasi pada masing-masing siswa. Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan berjalan sesuai kaidah evaluasi pembelajaran yang berkeadilan dan objektif.

Devi dan Bintang, perwakilan siswa Kelas XII SMAN 1 Denpasar, menyebutkan bahwa sekolah memfasilitasi mereka dengan menyediakan buku-buku latihan dan pengayaan. Tidak hanya itu, persiapan juga melibatkan elemen guru dengan memberikan pengenalan serta latihan kepada siswa terkait materi TKA berdasarkan arahan-arahan yang dikeluarkan oleh Kemendikdasmen.
M. Rida, Kepala Sekolah SMAN 1 Denpasar menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA tersebut penting dilakukan, meskipun tidak diwajibkan, dan merupakan bentuk kesadaran dan komitmen sekolah dalam melaksanakan pembelajaran berbasis data.
“Sekolah sudah mendukung siswa saat persiapan, baik menyediakan sumber belajar terkait TKA dan materi tambahan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, serta bidang-bidang lainnya sesuai kebutuhan siswa, misalnya IPA dan IPS. Keterlibatan guru dan bagian IT juga sangat membantu. TKA menjadi refleksi bagaimana kemampuan siswa, serta kualitas pembelajaran di sekolah selama ini. Ini bisa menjadi bahan evaluasi dan introspeksi bagi sekolah. ,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepala BGTK Provinsi Bali menegaskan bahwa hasil TKA tidak hanya digunakan sebagai nilai akademik, tetapi juga sebagai dasar dalam merancang tindak lanjut pembelajaran, termasuk program pengayaan, remedial, maupun pendampingan belajar yang bersifat berkelanjutan. Secara umum, perlu kajian pusat asesmen dalam merumuskan. Persiapan mental diperlukan, seperti motivasi, esensi harus disampaikan
Pelaksanaan kegiatan yang berjalan kondusif mencerminkan kesiapan sekolah dalam mengelola proses penilaian secara profesional. BGTK Provinsi Bali berharap praktik serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi rujukan bagi satuan pendidikan lainnya sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bali. (Ist)
