BI Bali Tingkatkan Pangsa Pasar UMKM Wastra dan Kerajinan Melalui Pameran KKI

0
9
Pedagang tunarungu berbincang dengan pengunjung menggunakan bahasa isyarat saat acara Indonesia Cinta Disabilitas (ICD) 2026 di Graha Nawasena, Denpasar, Bali, Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Denpasar pada 20-21 Agustus tersebut untuk mempromosikan kerajinan tangan, kuliner, busana, hingga jasa dengan diikuti 40 jenis UMKM penyandang disabilitas sebagai mewujudkan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan hidup. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym.

INFODENPASAR, Denpasar – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali meningkatkan pangsa pasar UMKM khususnya sektor wastra dan kerajinan melalui pameran di Karya Kreatif Indonesia (KKI).

“Partisipasi itu semakin memperluas akses pasar dan memperkuat jejaring bisnis,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Bali, Sabtu (22/08/2026).

Tak hanya itu, ia juga mendorong daya saing pelaku UMKM baik di kancah nasional dan global.

Bank sentral perwakilan Bali itu memberi ruang sebanyak 45 pelaku UMKM binaan untuk berpameran secara daring melalui laman resmi KKI.

Selain itu, ada juga 18 UMKM binaan mengikuti koneksi bisnis secara langsung dengan para konsumen dan investor potensial pada pameran KKI di Jakarta hingga Minggu (23/8).

UMKM itu memproduksi wastra, perhiasan, aksesoris, desa wisata, serta UMKM makanan dan minuman olahan melalui sistem toko ritel.

Pelaku UMKM itu merupakan usaha yang sudah maupun memiliki peluang untuk berorientasi ekspor.

Untuk itu, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan menjaga konsistensi produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Achris mengharapkan perluasan akses pasar UMKM dapat membantu geliat ekonomi daerah di tegah ketidakpastian dan tantangan global salah satunya krisis geopolitik di Timur Tengah.

Adapun perekonomian Bali pada triwulan II-2026 menunjukkan kinerja yang tetap kuat dengan pertumbuhan sebesar 5,78 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,58 persen.

Capaian itu juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Di tengah pertumbuhan tersebut, inflasi Bali pada Juni 2026 tetap terkendali sebesar 3,27 persen, atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34 persen.

Meski begitu, capaian inflasi tersebut perlu terus mendapat perhatian agar tidak melebihi target yaitu 1,5-3,5 persen.

“KKI ini sebagai langkah strategis untuk mendorong pengembangan UMKM yang berkelanjutan, berdaya saing, serta berbasis kekayaan budaya Nusantara,” imbuh Achris.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

Kantor Berita ANTARA