
INFODENPASAR, Denpasar – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Denpasar mencatat ada 3,45 juta sambaran petir di Bali selama 2025.
“Jumlah itu lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai sebanyak 5,14 juta sambaran petir,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Stasiun Geofisika Denpasar Ketut Sudiarta di Denpasar, Selasa (06/01/2025).
Ia menjelaskan penurunan jumlah petir itu diperkirakan karena menurunnya pembentukan awan Cumulonimbus (Cb) yaitu awan badai yang menjadi sumber utama petir.
Awan Cb, kata dia, tumbuh pada kondisi atmosfer yang lembab dan tidak stabil secara termodinamika.
“Pada 2025 pergeseran puncak musim hujan serta kelembaban atmosfer yang kurang kuat menyebabkan kondisi atmosfer menjadi lebih stabil, sehingga pertumbuhan awan Cb berkurang dan jumlah petir menurun,” imbuhnya.
Selain itu keberadaan sistem siklon tropis atau bibit siklon di wilayah selatan Indonesia turut mempengaruhi pola angin skala besar.
Sistem itu, lanjut dia, dapat menekan pertumbuhan awan Cb lokal di daratan Bali karena energi dan uap air tersedot ke sistem siklon yang lebih luas, meski secara regional tetap dapat memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Lebih lanjut Ketut Sudiarta juga merinci pada November 2025 merupakan aktivitas petir tertinggi dengan 525.930 sambaran, dengan rincian petir dari awan ke tanah (cloud to ground/CG+) positif atau petir dengan muatan positif dengan ciri sambaran tunggal mencapai 178.254 sambaran.
Kemudian petir CG negatif atau petir dengan muatan negatif dengan ciri sambaran bercabang banyak mencapai 255.502 sambaran.
BMKG mengungkapkan petir dari awan ke tanah merupakan jenis petir yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan bangunan, kebakaran, hingga kematian.
Sementara itu jumlah sambaran petir paling sedikit terjadi pada Juli 2025 dengan jumlah 371.40 sambaran.
Adapun pada 2024 jumlah sambaran petir paling banyak juga terjadi pada November mencapai 938.829 sambaran dan jumlah sambaran petir paling sedikit pada 2024 terjadi pada Juli mencapai 92.463 sambaran.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
Kantor Berita ANTARA
