Buka Buleleng Festival, Gubernur Koster Tekankan Pentingnya Menjaga Budaya Bali

0
28
Gubernur Bali Wayan Koster minta masyarakat Buleleng lestarikan seni budaya saat Bulfest 2026, Denpasar, Rabu (19/8/3026). (ANTARA/Ho-Pemprov Bali)

INFODENPASAR, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Buleleng untuk terus menjaga serta melestarikan seni, budaya, tradisi, dan kearifan lokal daerah secara konsisten.

“Budaya tidak akan pernah mati, karena budaya adalah jiwa kehidupan kita, napas masyarakat Bali, maka jaga dengan konsisten dan serius sepanjang masa,” kata Wayan Koster saat membuka Buleleng Festival (Bulfest) 2026.

Ia dalam keterangan Pemprov Bali di Denpasar, Rabu (19/08/2026) menyampaikan pentingnya peran masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus mengasah kreativitas dan memastikan proses regenerasi para seniman tradisional Bali berjalan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.

Koster bersyukur pimpinan daerah setempat telah menyelenggarakan Bulfest 2026 sebagai ruang strategis untuk memajukan, memperkuat, sekaligus mempromosikan karya seni dan budaya khas Buleleng.

“Saya mengapresiasi program bupati yang telah menyelenggarakan Bulfest 2026 untuk memajukan dan memperkuat seni budaya Bali, khususnya karya seni dari Kabupaten Buleleng,” ujarnya.

Lewat festival ini, masyarakat dapat melihat tidak hanya panggung ekspresi bagi para seniman, tetapi juga ruang potensial untuk mengenalkan kuliner, produk kerajinan, dan UMKM lokal yang terbukti ampuh menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.

Sebagai wujud dukungan terhadap pembangunan di kawasan utara Pulau Dewata tersebut, Gubernur Koster kemudian menjanjikan sejumlah agenda pembangunan infrastruktur strategis yang digenjot Pemprov Bali.

Agenda tersebut antara lain kelanjutan pembangunan jalan pintas (shortcut) titik 9–10 yang diteruskan hingga titik 12, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang, serta penataan pelabuhan pendukung lainnya.

“Kalau semuanya sudah selesai pada 2029, dari Denpasar ke Buleleng nanti bisa satu setengah jam,” kata Koster optimistis.

Selain konektivitas transportasi, ia menyinggung pengembangan kawasan ekonomi di Kecamatan Gerokgak serta pengerjaan tahap kedua menara Turyapada Tower yang dirancang untuk memperkuat daya saing Buleleng.

Ia berharap seluruh proyek strategis daerah tersebut dapat berjalan lancar dan tuntas sebelum masa jabatannya berakhir pada 2030 mendatang.

“Kita harus menunjukkan komitmen kita sama-sama untuk memajukan Buleleng, saya mohon guyub, bersatu menjaga Buleleng dan Bali agar tetap kondusif,” kata  Koster.

Sebagai bentuk penghormatan tinggi atas kelestarian seni budaya daerah, Koster menyerahkan piagam penghargaan kepada tiga maestro tari legendaris asal Buleleng, yakni Ni Luh Sustiawati, Luh Herawati, dan Ni Luh Menek.

Dia menjelaskan penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi, konsistensi, dan kontribusi luar biasa ketiga maestro dalam mempertahankan dan memperkaya khazanah seni tari tradisional daerah.

Atas arahan gubernur menjadikan festival ini wadah menjaga seni budaya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa Bulfest 2026 memang bukan sekadar panggung hiburan tahunan, melainkan wadah bersama untuk menghidupkan kembali memori kolektif, identitas, dan rasa memiliki terhadap kebudayaan Buleleng.

Ia menjelaskan festival tahun ini mengusung tema “Uriping Rasa” yang memiliki makna mendalam bahwa kebudayaan akan senantiasa hidup apabila rasa di dalam hati masyarakat terus menyala.

“Uriping Rasa mengajak kita menjaga rasa hormat kepada leluhur, cinta pada tanah kelahiran, kebanggaan identitas, kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, serta tanggung jawab mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya,” ujar Sutjidra.

Menurut dia, perkembangan zaman dan modernisasi tidak serta-merta harus mengikis tradisi lokal, sebaliknya, tradisi harus menemukan ruang adaptasi baru agar tetap relevan dan dapat diterima oleh generasi muda masa kini.

Bulfest 2026 yang berlangsung selama enam hari hingga 23 Agustus 2026 menghadirkan atraksi seni budaya, pameran produk UMKM, kuliner khas, hingga atmosfer kota tua Singaraja tempo dulu untuk memperkuat karakter sejarah daerah.

Melalui ajang ini, Pemkab Buleleng berharap Bulfest dapat menjadi tuntunan sekaligus tontonan yang mampu memicu kebanggaan warga Buleleng, memupuk semangat gotong royong, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif setempat.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

Kantor Berita ANTARA