Cuaca Ekstrem, 25 Rumah di Gianyar Rusak Diterjang Angin Kencang

0
31
Warga berusaha mengevakuasi kendaraannya yang tertimpa atap akibat angin kencang dan hujan lebat di salah satu penyewaan garasi di Desa Batubulan Kangin, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (21/1/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna.

INFODENPASAR, Gianyar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Bali, mendata sementara sebanyak 25 rumah warga mengalami kerusakan akibat hujan lebat disertai angin kencang.

“Yang menimbulkan banyak kerugian tersebar di tiga titik yakni Sukawati, Guwang, dan Batubulan Kangin,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gianyar Ida Bagus Putu Suamba saat meninjau lokasi bencana di Desa Batubulan Kangin, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (21/01/2026).

Ia merinci di Desa Batubulan Kangin tercatat kejadian paling banyak yakni ada 21 rumah rusak pada bagian atap, empat tempat suci (merajan) dan dua pura, serta tempat penyewaan mobil (garasi).

Ada 28 mobil serta empat sepeda motor yang mengalami kerusakan akibat tertimpa atap yang roboh diterpa angin kencang.

Kemudian, lanjut dia, ada empat rumah terdampak di Desa Sukawati dan di Desa Guwang menimpa Pasar Seni Guwang.

Selain di tiga lokasi itu, pihaknya mendata angin kencang memberi dampak di wilayah Gianyar dan Tegalalang, namun dengan dampak yang kecil.

Ia menambahkan pemerintah daerah dapat memberikan bantuan rehabilitasi kerusakan hingga Rp25 juta sesuai Peraturan Bupati Nomor 32 tahun 2024.

“Dalam aturan untuk usaha ekonomi diperkenankan untuk dibantu. Nilai bantuan maksimal Rp25 juta sesuai Peraturan Bupati Nomor 32 tahun 2024,” ucapnya.

Pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk aparat desa dan petugas kepolisian hingga aparat Bhabinkamtibmas, untuk pelaporan kebencanaan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara itu perwakilan aparatur Desa Batubulan Kangin Made Joni Arta menjelaskan 21 rumah yang terdampak di wilayahnya itu sebagian besar mengalami kerusakan pada bagian atap, kemudian menimpa tempat suci, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp150 juta hingga Rp700 juta.

Selain itu, imbuh dia, untuk mobil warga yang rusak total diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp300 juta.

Di sisi lain BPBD Gianyar meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem serta memantau informasi cuaca melalui situs resmi pemerintah salah satu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah

Kantor Berita ANTARA