Dinkes Bali Kirim Tenaga Kesehatan Bantu Korban Gempa NTT

0
29
Sejumlah tenaga medis dari Dinkes Bali melakukan pelayanan kepada korban gempa di NTT, Rabu (19/8/2026). ANTARA/HO-Dinkes Bali.

INFODENPASAR, Denpasar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali menerjunkan puluhan tenaga kesehatan dan logistik secara bertahap untuk membantu penanganan medis para korban gempa bumi yang menerjang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami memfasilitasi penyiapan dan mobilisasi Tim Emergency Medical Team (EMT) serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) guna memperkuat pelayanan medis di wilayah yang terdampak bencana,” kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Bali Ni Made Parwati di Denpasar, Rabu (19/08/2026).

Ia menjelaskan pengiriman bantuan personel medis Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) EMT Type 1 Regional Bali sudah dimulai sejak 16 Agustus 2026 menuju Kabupaten Sikka.

Regu tenaga kesehatan pertama tersebut terdiri atas satu dokter umum, dua perawat, satu apoteker, dan satu tenaga logistik. Pada 17 Agustus 2026, Dinkes Bali menyusulkan dua tenaga logistik ke ibu kota Kabupaten Sikka, Maumere.

Mobilisasi bertambah pada 18 Agustus 2026 saat Tim EMT Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Bali bertolak ke Kabupaten Nagekeo dengan menerjunkan satu dokter umum, satu dokter spesialis anestesi, dan dua perawat.

Selain mengutus personel, Pusat Krisis Kesehatan Regional Bali memfasilitasi pengiriman bantuan logistik sementara untuk bantuan awal.

Bantuan yang dibawa tim pertama meliputi dua tenda rumah sakit lapangan ukuran 4×6 meter, lima emergency kit, lima oksigen konsentrat, 15.000 sarung tangan non-steril, 15.000 masker bedah medis, serta enam paket obat-obatan.

Tim logistik susulan juga menyuplai enam unit HT (Handie Talkie) untuk memperlancar komunikasi darurat.

Pada 17 Agustus 2026, TCK EMT Regional Bali bersama Pusat Krisis Kesehatan langsung bergerak memberikan pelayanan medis di Pos Kesehatan Pulau Palue, Kabupaten Sikka.

“Tanggal 17 Agustus 2026 tim melakukan pelayanan kesehatan di Pos Kesehatan Pulau Palue dengan total jumlah pasien 51 orang,” ujarnya.

Pelayanan medis tersebut memanfaatkan obat-obatan, satu emergency kit, alat perlengkapan pelayanan, APD, dan ATK yang dibawa dari Bali.

Berdasarkan laporan akumulatif situasi kesehatan di lokasi bencana, tercatat korban meninggal dunia mencapai 46 orang, luka ringan atau rawat jalan 50 orang, dan luka berat yang memerlukan rawat inap mencapai 104 orang.

Bencana gempa ini juga merusak infrastruktur fasilitas kesehatan setempat, dari tingkat rumah sakit, tercatat tiga unit mengalami rusak berat, enam unit rusak ringan, dan 12 unit berstatus tidak rusak.

“Sementara untuk tingkat puskesmas, sebanyak 20 unit rusak berat, 37 unit rusak sedang, 11 rusak ringan, dan 116 unit berstatus tidak rusak,” ucapnya.

Dengan melihat situasi di lapangan, Dinkes Bali secara bertahap mengirim bantuan, mendata kebutuhan masyarakat di tempat pengungsian, di antaranya selimut, alas tidur, peranti jaringan internet Starlink, air bersih, bahan bakar minyak (BBM) untuk genset dan kendaraan, kantong sampah, serta fasilitas jamban darurat.

“Untuk bantuan obat-obatan, oksigen konsentrat, tenda RS lapangan, masker, dan sarung tangan di fasilitasi oleh Pusat Krisis Kesehatan Regional Bali,” demikian Parwati.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: M. Hari Atmoko

Kantor Berita ANTARA