Disdikpora Bali dan Sekolah Simulasikan Pembelajaran Tatap Muka

0
31
Sekda Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra (Antaranews Bali/Dok Pemprov Bali/2020)

INFODENPASAR.ID, Denpasar – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga provinsi setempat dan kabupaten/kota bersama sejumlah sekolah di daerah itu sedang melakukan simulasi terkait kemungkinan membuka pembelajaran tatap muka di tengah pandemi COVID-19.

“Kebijakan tatap muka harus inline dengan kebijakan nasional, kebijakan Mendikbud,” kata Dewa Indra, di Denpasar, Senin (17/08/2020).

Menurut dia, Mendikbud memang memberikan kesempatan kepada sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka, tetapi ada persyaratan yang harus dipenuhi.

“Di antaranya harus daerah dengan zona hijau, ada persetujuan dari gugus tugas setempat, dan ada persetujuan dari orang tua,” ujar pria yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali itu.

Oleh karena itu, di Bali, ucap Dewa Indra, dinas pendidikan bersama sekolah-sekolah dan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 masih melakukan simulasi-simulasi, sekolah di daerah yang mana yang memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka.

Intinya, lanjut dia, proses belajar mengajar bisa dilaksanakan, tetapi tidak menimbulkan klaster baru penderita COVID-19.

“Kalau menimbulkan klaster baru akan “direm” dulu. Bahkan bagi yang sudah membuka, kalau terjadi penambahan kasus, (izin buka tatap muka-red) akan ditarik kembali,” ucap Dewa Indra.

Dewa Indra mengatakan harus berhati-hati untuk membuka pembelajaran tatap muka, berkaca dari sejumlah daerah di Tanah Air yang meskipun zona hijau ternyata menimbulkan klaster baru ketika mulai melaksanakan pembelajaran secara langsung antara guru dengan siswa.

Sementara itu, hingga Senin (17/8) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali mencatat jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Pulau Dewata sebanyak 4.110 orang.

Jumlah pasien yang sembuh secara kumulatif sebanyak 3.624 orang (88,18 persen) dan pasien yang sedang dalam perawatan sebanyak 436 orang (10,61 persen), serta yang meninggal dunia tercatat 50 orang (1,22 persen).


Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Masuki M Astro

Kantor Berita ANTARA