
INFODENPASAR, Denpasar – Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM (Disnaker ESDM) Bali terus mencari informasi mengenai Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang hingga saat ini masih berada di negara-negara kawasan Timur Tengah.
“Saat ini kami terus mencari informasi, tapi sejauh ini belum ada laporan (PMI Bali terdampak) dan kami siaga, karena kita harus mengikuti dinamika yang terjadi,” ucap Kepala Disnaker ESDM Bali Ida Bagus Setiawan di Denpasar, Selasa (03/03/2026).
Setiawan menjelaskan pemantauan terhadap kondisi PMI Bali di Timur Tengah dilakukan merespons konflik AS-Israel dengan Iran yang dampaknya meluas ke negara-negara Timur Tengah.
Konflik yang terus memanas membuat pemerintah daerah merespons dengan menginventarisir data warga Bali yang bekerja di sana.
Disnaker ESDM Bali menggunakan data tahun 2025 dimana sebanyak 2.490 warga Bali tersebar di Timur Tengah.
Jika dilihat dari negara yang ditempati, kata dia, tidak ada PMI Bali yang bekerja di Iran. Mereka berada di 10 negara lain yaitu Turki, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Oman, Qatar, Bahrain, Libanon, dan Mesir.
Terbanyak adalah PMI yang bekerja di Turki dengan bidang kerja terapis spa dan hospitality, bahkan tahun ini terdapat banyak calon PMI yang masuk daftar tunggu dijadwalkan berangkat ke negara tersebut. Namun pemda tetap mengantisipasi konflik yang meluas hingga ke lokasi-lokasi PMI.
“Yang terekam dari 10 negara, belum terdata ada yang di lokasi konflik yaitu Iran. Tapi 10 negara ini kan terkait karena ini dinamis, tentu akan diperbaharui terus,” ujarnya.
Disnaker ESDM Bali sendiri tidak bisa menghubungi secara langsung pekerja-pekerja tersebut karena tidak memiliki akses, namun koordinasi terus dilakukan dengan Disnaker kabupaten/kota dan pemerintah pusat.
Pembaharuan data juga terus dilakukan untuk memastikan tak ada warga Bali yang luput dari pemantauan.
Apabila terdapat aduan atau permohonan pemulangan dari PMI Bali, Setiawan juga memastikan Pemprov Bali akan membantu demi memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh masyarakat.
“Kami masih menunggu karena belum ada pelaporan PMI dari Bali tentunya sambil berproses, sambil menunggu kami juga pro aktif termasuk ke pekerja di pesiar sedang kami investarisasi karena lebih dari 25 ribu warga yang kerja di luar negeri,” katanya.
“Ya potensi pemulangan juga ada, kami posisi siaga, begitu ada kami hadir, memastikan negara hadir, Pemprov Bali hadir,” ucap Ida Bagus Setiawan.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
Kantor Berita ANTARA
