Harus Diwaspadai Penularan COVID-19 Di Tengah Keluarga

0
1155
Suasana rapid test di sebuah wilayah di Denpasar (foto humas Pemkot Denpasar).

INFODENPASAR.ID, Denpasar – Penularan atau transmisi COVID-19 kecendrungannya terus berubah. Bila sebelumnya sempat penularannya terjadi di luar negeri atau luar daerah, biasanya terdampak pada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kebanyakan bekerja di kapal pesiar dan juga orang yang bekerja di luar Bali, khususnya di luar daerah. Lalu penularan (transmisi) terjadi secara lokal, dimana orang di Bali yang tertular oleh penderita COVID-19 (terinfeksi virus Corona tapi tidak menunjukan gejala (OTG) yang berada juga di Bali.

Saat ini penularan terjadi dari orang yang berada di satu rumah atau pekarangan (dalam keluarga), menderita COVID-19 atau sebagai OTG yang menulari anggota keluarganya. Ini terjadi karena tidak menjaga jarak di rumah dan tidak pakai masker saat bertemu anggota keluarga lainnya di rumah.

“Penyebaran COVID-19 di internal keluarga harus diwaspadai, hal ini terbukti dengan jumlah OTG hasil tracing yang didominasi keluarga, ini menjadi peringatan, harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan di keluarga dan masyarakat,” Juru Bicara GTPP COVID-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai yang ditemui di kantornya, Sabtu (27/6/2020).


Penyebaran di klaster keluarga dalam satu rumah jadi catatan penting, sehingga diperlukan penerapan protokol kesehatan yang lebih disiplin di dalam keluarga, terlebih bagi mereka yang anggota keluarganya memiliki mobilitas di luar rumah yang tinggi.

Dewa Rai mengatakan 40 kasus positif COVID-19 di daerah setempat sebanyak 23 orang merupakan OTG (orang tanpa gejala) yang dinyatakan positif, 2 orang ODP yang dinyatakan positif, serta 15 lainnya merupakan kasus baru dengan riwayat perjalanan dalam daerah.
 

Denpasar Tertinggi

Di tempat terpisah Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Bali mencatat pada Sabtu terjadi penambahan 106 kasus positif COVID-19 di Pulau Dewata yang didominasi kasus transmisi lokal.

“Dari 106 kasus positif COVID-19 hari ini, ada 102 orang yang terinfeksi karena transmisi lokal, satu pelaku perjalanan luar negeri (pekerja migran Indonesia), dan tiga pelaku perjalanan dalam negeri,” kata Ketua Harian GTPP COVID-19 Bali Dewa Made Indra dalam keterangan persnya di Denpasar, Sabtu.

Penambahan 106 kasus potisif COVID-19 hari ini, sekaligus mencatatkan penambahan kasus tertinggi harian di Bali sejak ditemukannya kasus positif COVID-19 pertama dari pertengahan Maret hingga saat ini. Sebelumnya rekor tertinggi penambahan terbanyak dalam satu hari terjadi pada Jumat (19/6) sebanyak 81 kasus.

Dari 102 kasus transmisi lokal, sebarannya di Kota Denpasar (40), Kabupaten Klungkung (31), Karangasem (15), Bangli (8), Gianyar (4), Badung (2) dan Tabanan (2).

“Secara kumulatif kasus positif COVID-19 di Bali hingga Sabtu (27/6) menjadi 1.369 orang (1.353 WNI dan 16 WNA),” ujar pria yang juga Sekda Provinsi Bali itu.

Penambahan 106 kasus positif COVID-19 hari ini juga menempatkan Bali pada peringkat kelima kasus harian tertinggi secara nasional. Penambahan kasus tertinggi terjadi Jawa Timur (277), disusul DKI Jakarta (203), Jawa Tengah (197), dan Sulawesi Selatan (146)/



Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

Kantor Berita ANTARA