
INFODENPASAR, Badung – Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, melaporkan sebanyak lima penerbangan keberangkatan internasional batal diberangkatkan sebagai dampak dari penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah imbas konflik AS-Israel dan Iran.
“Untuk saat ini kami ada lima penerbangan keberangkatan yang dibatalkan, sesuai dengan data kami terima kurang lebih ada 1.631 penumpang terdampak,” kata Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi di Kabupaten Badung, Minggu (01/03/2026).
Ia menjelaskan ribuan penumpang internasional tersebut merupakan akumulasi sejak kemarin dari maskapai yang bermarkas di Timur Tengah yaitu Emirates, Qatar, dan Etihad.
Jika dirincikan, pada Sabtu (28/2) penerbangan yang terdampak penutupan ruang udara antara lain maskapai Etihad EY477 STD yang mestinya terbang pukul 18.45 WITA tujuan Abu Dhabi, Emirates EK369 dijadwalkan pukul 19.45 WITA tujuan Dubai.
Kemudian, maskapai Qatar Airways QR963 pukul 18.50 WITA tujuan Doha, Emirates EK399 pukul 00.25 WITA tujuan Dubai dan Qatar Airways QR961 pukul 00.30 WITA Minggu (1/3) tujuan Doha.
Bahkan, pesawat Emirates, Qatar, dan Etihad diketahui masih parkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Eka Sandi memastikan sebagian penumpang terdampak terutama yang sejak kemarin sudah menunggu di Bandara I Gusti Ngurah Rai telah ditempatkan di hotel oleh maskapai masing-masing.
Sementara sisanya memang belum tiba di bandara karena sudah mengetahui situasi konflik di Timur Tengah lewat koordinasi intens dengan maskapai.
“Kami bekerja sama dengan pihak maskapai untuk memastikan kembali para penumpang yang terdampak itu ada yang dihotelkan dan juga kami dari pihak bandara menyiapkan help desk untuk membantu maskapai memberikan pelayanan kepada penumpang agar saat penumpang mengajukan pengembalian dana, mengubah rute, dan mengubah jadwal itu merasa terlayani dengan baik,” ujar Eka Sandi.
Hingga saat ini belum ada tanda-tanda penerbangan terdampak itu akan terbang kembali sebab ruang udara beberapa negara masih ditutup.
Namun pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi dan ruang help desk akan terus dibuka hingga persoalan ini tertangani.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Kantor Berita ANTARA
