Jelang Galungan dan Kuningan, PLN Bali Gencarkan Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan

0
8
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) di Kantor PLN UID Bali, Renon, Denpasar, Kamis (11/06/2026).

INFODENPASAR, Denpasar – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali memperkuat edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat melalui diskusi kelompok terarah (FGD) yang digelar di Kantor PLN UID Bali, Renon, Denpasar, Kamis (11/06/2026).

Forum yang bertema “Kolaborasi Akulturasi Budaya dan Teknologi dalam Peningkatan Pelayanan dan Keselamatan Ketenagalistrikan di PLN Bali” tersebut menghadirkan Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali Imbar Susanto, Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali I Made Ariana, serta perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Ida Bagus Purwa Sidemen. Kegiatan ini juga diikuti sejumlah perwakilan media.

Dalam diskusi tersebut, PLN menegaskan bahwa upaya menjaga keandalan pasokan listrik selama hari raya harus berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali Imbar Susanto mengatakan, perusahaan telah menyiapkan sistem kelistrikan yang andal guna mendukung kelancaran rangkaian kegiatan keagamaan dan adat selama Galungan dan Kuningan. Di samping itu, layanan PLN tetap disiagakan untuk merespons berbagai kebutuhan pelanggan.

Menurutnya, kecepatan pelayanan merupakan bagian dari komitmen PLN, namun keselamatan tetap menjadi aspek yang tidak dapat ditawar. Karena itu, dukungan media dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat.

Sementara itu, Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali I Made Ariana menjelaskan bahwa kebutuhan listrik umumnya meningkat saat perayaan hari besar keagamaan karena banyaknya penggunaan peralatan penunjang kegiatan adat dan upacara.

Ia mengingatkan masyarakat agar memastikan instalasi listrik yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan. Penggunaan stop kontak secara berlebihan, pemasangan instalasi yang tidak sesuai ketentuan, hingga penambahan perangkat listrik tanpa memperhitungkan kapasitas daya berpotensi memicu korsleting maupun kebakaran.

Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat diimbau melakukan pengecekan instalasi secara berkala, menggunakan peralatan berstandar, serta menghindari penggunaan colokan bertumpuk. Apabila ditemukan indikasi gangguan atau kondisi yang berpotensi membahayakan, laporan dapat disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center PLN 123.

Dari perspektif budaya, perwakilan MDA Provinsi Bali Ida Bagus Purwa Sidemen menilai prinsip keseimbangan dan keharmonisan yang menjadi bagian dari kearifan lokal Bali dapat diterapkan dalam pemanfaatan teknologi, termasuk dalam penggunaan listrik sehari-hari.

Menurutnya, keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan mengedepankan nilai-nilai keharmonisan, kesadaran terhadap penggunaan listrik yang aman dapat semakin tumbuh sehingga aktivitas adat dan keagamaan berlangsung tanpa menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan.

Diskusi yang dipandu Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali Bidang Pendidikan, Arief Wibisono, berlangsung interaktif. Berbagai isu dibahas, mulai dari keamanan instalasi listrik rumah tangga, penggunaan perangkat yang memenuhi standar, hingga peran desa adat dalam memperluas sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan.

Peserta juga menyoroti pentingnya memastikan instalasi listrik sesuai standar saat memasang perlengkapan penunjang upacara yang berpotensi meningkatkan kebutuhan daya. Selain itu, pemahaman mengenai jarak aman dari jaringan listrik serta pentingnya pelaporan dini terhadap potensi gangguan menjadi perhatian bersama.

Melalui forum tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa budaya keselamatan ketenagalistrikan perlu terus diperkuat, terutama pada momentum Galungan dan Kuningan yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan konsumsi listrik.

Selain menjaga keandalan pasokan, edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko gangguan maupun kecelakaan akibat penggunaan listrik. Sinergi antara PLN, Majelis Desa Adat, media, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu membangun kesadaran yang lebih kuat sehingga perayaan Galungan dan Kuningan dapat berlangsung aman, nyaman, dan didukung sistem kelistrikan yang andal. (Ist)