
INFODENPASAR, Banjarbaru – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) harus berlanjut melalui kajian pascapemadaman untuk memperkuat pengendalian dan mencegah kebakaran yang berulang.
Staf Khusus Menteri Kehutanan Bidang Penegakan Hukum, Irjen.Pol. K. Rahmadi di Banjarbaru, Jumat (21/08/2026), mengatakan pengalaman penanganan karhutla sebelumnya perlu menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat pengendalian secara manajerial, terlebih kebakaran hutan dan lahan telah menjadi perhatian nasional.
“Kolaborasi dan kerja sama antar-instansi menjadi kunci agar karhutla dapat diredam dan mitigasi secara maksimal, sehingga seluruh unsur terkait perlu memperkuat koordinasi serta menjalankan peran masing-masing secara terpadu sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Selain tahapan pembahasan dan kajian mengenai langkah pascapemadaman, kata dia, juga diperlukan tindakan serta inovasi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pola pengendalian dan memperkuat pencegahan karhutla berikutnya.
Pada kesempatan itu, Kementerian Kehutanan menyerahkan bantuan penanganan karhutla kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) Batara dan MPA Kerabat serta bantuan suplemen kesehatan bagi tim Manggala Agni sebagai dukungan bagi personel yang bertugas menangani karhutla di lapangan.
Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ariansyah mengatakan dukungan dunia usaha disiapkan selama 30 hari ke depan, yakni 10 hari pertama dari sektor pertambangan, 10 hari kedua sektor perkebunan, dan 10 hari ketiga sektor kehutanan untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya di Banjarbaru dan sekitarnya.
Dia menuturkan BPBD secara teknis siap melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca, tetapi pelaksanaannya masih terkendala kondisi awan yang belum mendukung, sementara dukungan dunia usaha telah berjalan, termasuk HRB yang menurunkan regu pemadam untuk membantu penanganan karhutla di Pengayuan dan Liang Anggang, Banjarbaru.
Dari sektor kehutanan, Kepala Bidang Pengelolaan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas Kehutanan Kalsel Rudiono Herlambang mengatakan jajarannya terus menangani karhutla melalui Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla), Tenaga Kontrak Pengamanan Hutan (TKPH), serta Polisi Kehutanan.
Dia menyampaikan bahwa personel Dishut Kalsel juga melakukan pemadaman di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, sedangkan Ring 1 Bandara, Hutan Lindung Liang Anggang, dan kawasan Pengayuan menjadi perhatian khusus, karena rawan karhutla dan membutuhkan kerja sama kuat lintas sektor agar api dapat segera dikendalikan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru Marhain Rahman menyampaikan sekitar 1.700 hektare lahan diperkirakan telah terbakar di wilayah Banjarbaru, sedangkan sekitar 160 hektare diantaranya telah berhasil dipadamkan, dengan kondisi bahan bakar di lapangan yang membuat api cepat meluas.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Endang Sukarelawati
Kantor Berita ANTARA
