Kemenpar Siapkan Skema Rekonstruksi Desa Sade Pascakebakaran

0
7
Warga membersihkan puing sisa kebakaran rumah di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin (24/8/2026). Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan NTB melakukan pendataan dampak dan menyusun rencana pemulihan yang mencakup perbaikan bangunan tradisional, fasilitas pencegahan kebakaran, pemulihan ekonomi warga melalui bantuan alat tenun, serta duplikasi naskah kuno setelah kebakaran melanda permukiman tradisional Suku Sasak Sade. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/kye

INFODENPASAR, Jakarta – Kementerian Pariwisata mulai menyiapkan skema untuk merekonstruksi Desa Sade di Nusa Tenggara Barat pasca terjadinya musibah kebakaran pada Sabtu (22/8 lalu).

“Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (04/09/2026).

Widiyanti menyampaikan bahwa pemulihan itu akan berfokus pada penyusunan masterplan rekonstruksi yang menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat lokal.

Guna menyelaraskan langkah, Widiyanti menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Politeknik Pariwisata Lombok, serta para pemangku kepentingan ekosistem pariwisata. Rapat tersebut merumuskan empat langkah utama dalam rencana jangka panjang rekonstruksi Desa Adat Sade.

Langkah pertama diawali dengan pembentukan tim kerja lintas sektor yang melibatkan kementerian/lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra, serta masyarakat adat.

Tim ini bertugas melakukan pendataan terperinci terhadap masyarakat dan pekerja terdampak agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran.

Selanjutnya, pemerintah merencanakan pembukaan akun donasi satu pintu guna mempermudah pengumpulan dana rekonstruksi desa. Langkah ini juga diimbangi dengan upaya pemenuhan pasokan bahan baku bangunan tradisional yang menjadi tantangan utama masyarakat adat dalam memulihkan hunian mereka.

Langkah ketiga difokuskan pada penyusunan masterplan rekonstruksi yang disusun bersama para pemangku kepentingan dan masyarakat adat agar tetap mempertahankan karakter serta identitas keaslian Desa Sade.

Masterplan ini dilengkapi dengan sistem Proteksi Kebakaran Terintegrasi, seperti penyediaan titik-titik APAR komunal yang didesain menyatu dengan estetika desa, pembuatan embung air darurat, serta penataan infrastruktur dasar seperti sanitasi dan pengelolaan sampah.

Ia menegaskan bahwa rumah adat di Sade memiliki nilai historis yang tinggi serta menjadi tumpuan mata pencaharian warga, sehingga pemerintah bersama pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan pembangunan rumah layak tinggal bagi masyarakat adat Sade.

Widiyanti juga meminta agar proses pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Selanjutnya, ia berharap seluruh rangkaian masterplan rekonstruksi ini dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi desa-desa adat lainnya dalam memperkuat mitigasi risiko dan keselamatan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi.

Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan empati mendalam kepada masyarakat terdampak.

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri

Kantor Berita ANTARA