Klarifikasi Keluarga Mengenai Pemberitaan Penyakit yang diderita oleh I Made Soma di Desa Getakan

0
94
Ni Ketut Asih, Pekak Mangku Pande, Cokorda Parwata ( foto ist)

INFODENPASAR.ID, Semarapura – Beberapa waktu lalu di beberapa media online tersiar berita di mengenai kegiatan Pasemetonan Asungulun, Denpasar, yang menyalurkan bantuan sembako ke beberapa warga terdampak pandemi Covid 19 di Desa Getakan, Banjarangkan, Klungkung.

Dalam berita tersebut tertulis bahwa salah satu penerima bantuan itu adalah I Made Soma Jaya yang diberitakan mengidap penyakit tertentu yang oleh masyarakat luas dikenal sebagai penyakit menular.

Terhadap berita tersebut, pihak keluarga Soma merasa terusik dan dirugikan. Mereka merasa pemberitaan tersebut dapat mempengaruhi hubungan keluarga Soma dengan masyarakat sekitar dan tentu saja secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi psikis keluarga terdekat terutama Ibu yang merawatnya.
Sbagai respons, pihak keluarga menghubungi pihak-pihak yang berkaitan dengan pemberitaan tersebut termasuk Pasemetonan Asungulun dan beberapa media yang memuatnya untuk melakukan klarifikasi.

“Ini bukan sekedar persoalan sakit yang diderita, tetapi berhubungan dengan hal lain yang bisa berakibat terganggunya banyak hal pada keluarga kami,” demikian salah satu keluarga Soma yang enggan disebutkan namanya kepada salah satu media online.

Menanggapi keberatan tersebut, Agung Bawantara yang menjadi penghubung antara Pasemetonan Asungulun dan Kepala Desa Getakan yang menyebabkan penyerahan bantuan itu terjadi dan berlanjut ke pemberitaan, segera mengambil langkah cepat. Ia menghadap Cokorda Putra Parwata, Kepala Desa Getakan, lalu bersama-sama mendatangi rumah Soma untuk melakukan klarifikasi. Kepada Pekak Mangku Pande Getakan dan Ni Ketut Asih (kakek dan bibi Soma) yang menemuinya, Bawantara menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat pemberitaan tersebut. Ia mengatakan telah menghubungi semua media yang memuat berita itu untuk melakukan ralat atau memuat klarifikasi keluarga mengenai apa yang sesungguhnya terjadi pada Soma.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Bawantara.
Menanggapi permintaan maaf tersebut Pekak Mangku dan Sasih menyampaikan bahwa keluarganya memang sedikit terganggu oleh pemberitaan mengenai salah satu anggota keluarga besar mereka itu dan ingin meluruskan faktanya.

“Soma tidak mengidap penyakit seperti yang diberitakan itu, melainkan mengalami kelainan gen yang gejalanya hampir sama dengan penyakit tersebut. Tapi ini sama sekali tidak menular,” ujar Asih.
Asih juga menceritakan beberapa pihak yang telah berbaik budi membantu penanganan kondisi keponakannya. Pihak-pihak tersebut, menurut Asih, secara rutin mengulurkan bantuan dalam berbagai bentuk. Kadang berupa uang, kadang berupa barang dan obat-obatan.
“Salah satunya (sebuah) lembaga dari Australi,” imbuh Asih.

Setelah saling menyampaikan isi hati masing-masing, kedua pihak menyatakan akan menyampaikan pembicaraan tersebut kepada pihak (keluarga atau kelompok) mereka masing-masing.


Release