Kunjungan Kerja Wamendikdasmen: Pantau Program Prioritas dan Serap Aspirasi Pendidikan di Kota Denpasar

0
19

INFODENPASAR, Denpasar – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Atip Latipulhayat, Selasa pagi ini (19/08/2025) melaksanakan kunjungan kerja ke berbagai satuan pendidikan di Kota Denpasar, Bali. Kunjungan ini memiliki misi ganda: memantau secara langsung implementasi program-program prioritas pemerintah di bidang pendidikan, serta menyerap aspirasi dan tantangan yang dihadapi oleh para guru dan peserta didik di lapangan. Kunjungan kerja Wamendikdasmen ini pun didampingi oleh Dr. Muhammad Hasbi, S.Sos., M.Pd., Sekretaris Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, serta perwakilan UPT Kemendikdasmen, Dr. I Wayan Surata, Kepala Balai GTK Provinsi Bali, dan I Made Alit Dwitama,S.T.,M. Pd, Kepala BPMP Provinsi Bali.

Atip disambut langsung oleh Kadisdikpora Kota Denpasar, A.A. Gede Wiratama, kepala sekolah, guru, serta siswa. Kunjungan diawali dengan suasana penuh keceriaan di SD Saraswati 6 Denpasar. Di sekolah dasar ini, Wamendikdasmen Atip Latipulhayat tidak canggung untuk berbaur dengan ratusan siswa dalam kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat. Pemandangan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesehatan jasmani anak sejak usia dini. Bapak Atip menyampaikan bahwa kegiatan senam ini bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol pentingnya menjaga kebugaran fisik sebagai fondasi bagi perkembangan optimal anak-anak. “Kami ingin memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, berdaya, dan siap menghadapi masa depan,” tegasnya, menggarisbawahi visi besar Kementerian dalam mencetak generasi penerus yang tangguh. Selain sempat mengikuti senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Atip pun menyapa siswa, dan berdialog dengan guru terkait tantangan serta inovasi pembelajaran.

Dalam arahannya, Wamendikdasmen menekankan pentingnya peningkatan literasi, penguatan karakter, dan pemanfaatan teknologi di sekolah dasar. “Sekolah dasar adalah fondasi pembentukan generasi bangsa. Karena itu, kualitas pendidikan di tingkat dasar harus terus ditingkatkan melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua,” ujar Wamendikdasmen.

Kadisdikpora Denpasar, A.A. Gede Wiratama, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat. “Dukungan ini sangat berarti bagi peningkatan layanan pendidikan di Denpasar. Kami berharap kerja sama terus berlanjut demi mencetak generasi unggul dan berdaya saing,” ujar beliau. Sementara itu, Kepala SD Saraswati 6 Denpasar, I Gusti Ayu Ari Nuratih, menyebut kunjungan Wamendikdasmen menjadi motivasi besar bagi pihak sekolah. “Kami merasa terhormat. Ini penyemangat untuk terus berinovasi dan menjaga mutu pendidikan,” ungkapnya.

Selain berdialog, dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen menyerahkan bantuan peningkatan mutu pendidikan sebesar Rp25.0000.000,00 dari Direktorat Sekolah Dasar, Kemendikdasmen kepada SD Saraswati 6 Denpasar.

Selanjutnya, perhatian Wamendikdasmen beralih ke SLB Negeri 2 Denpasar, sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memiliki peran krusial dalam menyediakan pendidikan inklusif. Di sini, Bapak Atip mengadakan dialog interaktif bersama para guru yang didedikasikan untuk anak berkebutuhan khusus. Setelah menyapa siswa pada tingkat SD, SMP, hingga SMA, beliau mengundang Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Denpasar, Ni Wayan Rapiyanti, S.Pd., beserta jajaran guru untuk berdialog. Diskusi ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk mengungkapkan tantangan dan hambatan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran, mulai dari ketersediaan fasilitas hingga metodologi pengajaran yang adaptif. Dalam kesempatan ini, Bapak Atip menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk terus memperkuat layanan pendidikan inklusif. Ia menekankan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan kesempatan belajar yang adil dan bermutu, sejalan dengan prinsip pemerataan akses pendidikan. Bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan sebuah inisiatif untuk memahami lebih dalam tantangan dan peluang yang ada dalam implementasi pendidikan inklusif di lapangan. Pernyataan ini bukan hanya retorika, melainkan cerminan dari tekad pemerintah untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, di mana setiap potensi anak dapat berkembang secara maksimal, dan didukung distribusi guru yang merata. Terlebih lagi, beliau juga menyerahkan bantuan pemerintah dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan.

Rangkaian kunjungan kerja ditutup di SMK Negeri 2 Denpasar, yang menjadi titik fokus utama untuk meninjau implementasi program strategis pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis. Bapak Atip Latipulhayat, didampingi Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Denpasar,  I Kadek Ksama Putra, beserta jajaran terkait, secara langsung meninjau pelaksanaan program ini. Beliau menunjukkan perhatian besar dengan berinteraksi akrab dan hangat dengan para siswa yang tengah menikmati hidangan makan siang mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Atip Latipulhayat menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis ini bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan wujud nyata komitmen dan kepedulian pemerintah terhadap kesehatan dan kesejahteraan peserta didik di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk memastikan setiap siswa mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang, yang merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang mereka. Lebih dari sekadar pemenuhan gizi, Bapak Atip Latipulhayat juga menyampaikan keyakinannya bahwa program ini akan membawa dampak positif yang lebih luas. Asupan gizi yang memadai secara teratur diyakini akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan konsentrasi belajar siswa di kelas. Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang fokus, diharapkan siswa dapat menyerap materi pelajaran dengan lebih optimal, berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar mengajar, dan pada akhirnya, mencapai prestasi akademik yang gemilang.

Program ini juga diharapkan dapat mengurangi beban orang tua dalam memastikan anak-anak mereka mendapatkan makanan bergizi setiap hari, sehingga mereka dapat lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan diri. Dengan demikian, Makan Bergizi Gratis bukan hanya program pangan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa, menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berprestasi. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas program ini demi tercapainya tujuan yang mulia tersebut.

Melalui seluruh rangkaian kunjungan kerja yang intensif ini, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Atip Latipulhayat secara konsisten menekankan bahwa pendidikan memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar peningkatan kualitas akademik. Ia menggarisbawahi pentingnya pembangunan karakter, kesehatan yang prima, dan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Kunjungan ini menegaskan kembali upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang bermutu untuk semua, bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berdaya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan masa depan. (AyC)

Tim Humas dan Publikasi

Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bali

Direktorat Jenderal GTKPG

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah