Menko Zulhas: PSEL Denpasar Raya Perkuat Daya Saing Pariwisata Bali

0
16
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan sambutan pada peresmian pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali di Denpasar, Bali, Rabu (8/7/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Pangan)

INFODENPASAR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing pariwisata Bali melalui sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Bali memulai langkah besar menuju sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang baik akan menjaga kualitas lingkungan sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia,” kata Zulkifli Hasan dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis (09/07/2026).

PSEL Denpasar Raya memiliki kapasitas pengolahan 1.400 ton sampah per hari dengan masa konstruksi sekitar 18 bulan dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.

Ia menjelaskan pembangunan fasilitas tersebut merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sekaligus tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi melalui penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, dan sinergi lintas sektor.

Selain menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah di Denpasar Raya, proyek tersebut diharapkan menjadi model pengembangan waste to energy di berbagai daerah.

Pembangunan PSEL ditandai dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) sebagai bagian dari percepatan pengembangan PSEL di Bali.

Kehadiran Danantara Indonesia dalam proyek tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis nasional, termasuk pengembangan fasilitas PSEL di berbagai daerah.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali, sepanjang 2025 Bali menerima lebih dari 16 juta wisatawan. Sektor pariwisata menyumbang lebih dari 65 persen perekonomian daerah dengan menghasilkan devisa sekitar Rp176 triliun.

Di sisi lain, timbulan sampah di Bali tercatat mencapai sekitar 3.500 ton per hari sehingga penguatan sistem pengelolaan sampah dinilai menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.

Menurut Zulhas, kondisi tersebut menjadikan penyelesaian persoalan sampah sebagai faktor penting untuk menjaga kualitas destinasi wisata sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Bali.

“Keberhasilan PSEL Denpasar Raya akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah modern melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah memastikan percepatan pembangunan PSEL akan terus berlanjut. Setelah Denpasar Raya, pembangunan PSEL Kota Bekasi dan PSEL Bogor Raya 1 juga akan segera dimulai sebagai bagian dari strategi nasional pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di berbagai wilayah Indonesia.

Percepatan pembangunan PSEL juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mencapai target penyelesaian 70 hingga 80 persen persoalan sampah nasional pada 2029.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Evi Ratnawati

Kantor Berita ANTARA