Pemprov Bali Dorong Penggunaan Transportasi Umum Saat BBM Langka

0
2
Kepala Dishub Bali I Kadek Mudarta diwawancarai wartawan soal pemanfaatan transportasi umum saat kelangkaan BBM di Denpasar, Selasa (13/10/2026). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

INFODENPASAR, Denpasar – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali I Kadek Mudarta menyebut keberadaan moda transportasi umum, seperti Trans Metro Dewata dan Trans Sarbagita, dapat menjadi salah satu alternatif utama bagi masyarakat di tengah situasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

“Iya, memang transum itu salah satu alternatif dan alternatif lain ya kendaraan listrik kalau kondisi seperti ini,” kata Mudarta di sela Pekan Iklim Bali 2026, di Denpasar, Selasa (13/10/2026).

Dishub Bali kembali mengajak warga agar membiasakan diri memanfaatkan transportasi umum untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari, guna mengurangi beban kemacetan dan menghadapi kendala energi seperti yang sedang terjadi saat ini.

Apalagi, fasilitas yang diberikan cukup memadai, masyarakat hanya perlu sedikit berjalan kaki ke lokasi yang hendak dituju dari halte terdekat.

“Dari sisi transportasi umum tentu kami selalu tidak hanya pada kesempatan ini, tapi pada setiap kesempatan kami selalu mengimbau masyarakat yang memungkinkan agar menggunakan transportasi umum,” ujarnya menegaskan.

Mudarta mencatat jumlah penumpang Trans Metro Dewata dan Trans Sarbagita sebagai armada transportasi publik di Bali telah menunjukkan konsistensi tren positif sejak beberapa bulan terakhir, jauh sebelum isu kelangkaan BBM.

“Kalau ini, tiga bulan terakhir memang angkanya sudah di atas 5.000 terus (penumpang) jadi per hari di atas 5.200 lah,” ujarnya lagi.

Kepala Dishub Bali merinci bahwa konsistensi angka penumpang di atas 5.000 orang per hari tersebut mulai tercatat secara stabil sejak pertengahan 2026.

Dari sisi persebaran rute, Mudarta menyebut ada beberapa koridor Trans Metro Dewata yang mencatatkan tingkat kepadatan penumpang paling tinggi untuk melayani warga.

“Yang paling banyak penumpangnya ada dua koridor yaitu koridor I yang dari Terminal Persiapan ke Sentral Parkir Kuta, koridor II Terminal Ubung ke bandara, dan koridor V juga sekarang membaik yang rute Titi Banda,” ujarnya.

Melihat transportasi umum sangat baik sebagai opsi di masyarakat, Mudarta menyampaikan bahwa armada juga sudah siap untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang akibat kendala BBM.

Dishub Bali menyebut operasional bus masih mengikuti skema kontrak dan ketersediaan anggaran yang ada, yaitu 69 Bus Trans Metro Dewata dan 10 unit Bus Trans Sarbagita yang melayani berbagai rute strategis wilayah aglomerasi.

Satu unit bus dapat menampung hingga 30 penumpang, dan setiap trayek berjalan 3-5 kali sehari, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini.

Belum lagi, kata dia, tarif Rp4.400 per penumpang kini tidak lagi dibatasi untuk satu kali jalan melainkan bisa dimanfaatkan ketika penumpang hendak berpindah armada, namun masih dalam waktu 90 menit sejak pembayaran pertama.

Bagi masyarakat yang masih ingin menggunakan kendaraan bermotor pribadi, Mudarta hanya mengimbau agar tetap tertib seiring dengan kondisi antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menyebabkan kepadatan di jalan raya.

“Dari perspektif perhubungan ya tentu kami mohon masyarakat mengantre dengan tertib juga, artinya dengan tetap memberikan ruang untuk lalu lintas lain untuk tetap berjalan,” katanya lagi.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Kantor Berita ANTARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here