Penjual Tiket Kapal Gilimanuk Diminta Patuh Aturan

0
16
Gerai penjualan tiket kapal online di Terminal Kargo Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. ANTARA/Gembong Ismadi

INFODENPASAR, Jembrana – Penjual tiket kapal di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali diminta mematuhi aturan dan kesepakatan agar tidak terjadi keributan.

“Banyak keluhan ada penjual tiket kapal yang melayani pembeli di wilayah Hutan Cekik. Penjual tiket di lokasi lain seperti terminal kargo keberatan,” kata Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma di Gilimanuk , Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (17/03/2026).

Dia mengatakan sesuai rapat koordinasi termasuk dengan aparat kepolisian, disepakati penjualan tiket difokuskan di Terminal Kargo Gilimanuk mulai tanggal 13 Maret.

Menurut dia, penjualan tiket kapal online yang tidak tertata bisa menjadi penyebab kemacetan, apalagi di kawasan Hutan Cekik.

“Untuk yang berjualan tiket di wilayah Hutan Cekik, saya bersama aparat keamanan sudah memberikan teguran. Kami imbau semua penjual tiket mematuhi aturan biar tidak ribut,” katanya.

Penjual tiket di Hutan Cekik yang berada di jalan raya Denpasar-Gilimanuk, kata dia, membawa peralatan portable untuk melayani pembeli.

“Dampaknya penjual tiket lainnya protes karena pemudik sudah duluan beli tiket di kawasan hutan dibanding ke mereka,” katanya.

Di sisi lain, insiden penjual tiket salah memasukkan data tujuan dan keberangkatan pelabuhan beberapa kali terjadi, yang salah satunya viral di media sosial.

Diduga karena kurang teliti, pada kolom keberangkatan yang seharusnya dari Pelabuhan Gilimanuk tertera Pelabuhan Ketapang.

“Itu kan terbalik. Kami berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang, tetapi pada tiket tertera berangkat dari Pelabuhan Ketapang dengan tujuan Gilimanuk,” kata seorang pemudik tujuan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang terpaksa harus kembali ke penjual tiket untuk menggantinya.

Yuli, penjual tiket yang viral karena salah mengisi kolom pelabuhan keberangkatan dan tujuan mengakui dirinya memang kurang teliti.

“Saya minta maaf dan siap mengembalikan uang tiket tersebut. Tapi seharusnya tidak usah dimasukkan ke media sosial karena saya siap mengembalikan uang,” katanya.

Padatnya kendaraan pemudik menuju Pelabuhan Gilimanuk menjadi berkah bagi penjual tiket online yang omzetnya naik berlipat ganda.

Menurut Yuli, saat arus mudik setiap hari rata-rata melayani hingga 90 pembeli tiket, jauh di atas hari normal yang hanya 15-17 pembeli.

Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong Ismadi
Editor : Ardi Irawan

Kantor Berita ANTARA