Presiden Minta BRIN Dukung Penyelesaian Isu Sampah di Tingkat Desa

0
2
Kepala BRIN Arif Satria memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/10/2026). ANTARA/Maria Cicila Galuh

INFODENPASAR, Jakarta – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta lembaganya bekerja sama dengan kampus-kampus untuk menyelesaikan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan desa.

Dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/10/2026), Arif mengatakan Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus agar isu sampah di Indonesia dapat segera diselesaikan, menyebutnya sebagai masalah yang ditemukan di berbagai negara berkembang.

“Saat ini BRIN diminta kolaborasi dengan Mendiktisaintek dalam rangka memberdayakan kampus untuk masuk ke desa-desa membantu menyelesaikan masalah sampah dengan teknologi yang dimiliki oleh BRIN dan juga oleh sejumlah kampus,” kata Arif.

Dia menjelaskan BRIN memiliki teknologi pengolahan sampah sampai dengan level rumah tangga, desa, kecamatan dan kota.

Oleh karena itu, kata Arif, Presiden mengarahkan agar teknologi-teknologi yang berada di level rumah tangga dan desa dapat segera terimplementasikan.

BRIN sendiri bukan lembaga yang bertugas dalam memproduksi secara massal, namun dalam tingkat prototipe yang diharapkan penggunaannya dapat digunakan oleh masyarakat.

Hal itu juga untuk mendukung Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Prabowo.

“Kita ingin memastikan bahwa prototipe yang kita buat ini membawa manfaat dan bisa digunakan oleh masyarakat, sehingga Gerakan ASRI dari Bapak Presiden ini benar-benar bisa kita lakukan dengan baik, sesuai dengan harapan,” tutur Arif.

Gerakan ASRI dicanangkan Presiden Prabowo untuk mewujudkan Indonesia yang lebih hijau dengan pepohonan dan bersih dari sampah, merata di seluruh daerah.

Salah satu fokusnya adalah melakukan penanganan sampah yang terkelola dari hulu sampai ke hilir. Pengelolaannya juga didukung dengan mengolah sampah menjadi energi, serta implementasi konsep 3R, yakni reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang).

Pewarta: Prisca Triferna Violleta/Maria Cicila Galuh
Editor: La Ode Masrafi

Kantor Berita ANTARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here