
INFODENPASAR, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menargetkan kawasan gundul di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat kembali hijau dalam waktu sekitar 10 tahun melalui program penghijauan yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga riset.
Presiden menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat koordinasi penanganan pascagempa NTT di posko pengungsian Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/08/2026).
Prabowo mengatakan berkurangnya tutupan pohon menjadi salah satu persoalan lingkungan yang perlu ditangani di NTT.
“Masalah di sini adalah masalah bahwa pohon-pohon banyak berkurang. Jadi rakyat kita harus dikasih pendidikan, buka lahan tidak boleh dengan bakar-bakar,” kata Presiden sebagaimana dipantau melalui siaran Sekretariat Presiden.
Menurut Presiden, penghijauan NTT perlu dilakukan secara terencana dengan melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten, pemerintah pusat, serta perguruan tinggi.
“Provinsi kemudian kabupaten nanti dibantu pusat, dibantu dengan perguruan-perguruan tinggi, dikoordinir oleh Dikti sama BRIN, ya, harus punya tim,” ujarnya.
Tim tersebut, kata Prabowo, dapat melibatkan unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, termasuk politeknik, yang mendapatkan pelatihan untuk mempercepat program penghijauan.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Kantor Berita ANTARA
