Tokoh Teknologi Hingga Menteri Dipertimbangkan Terima Tanda Kehormatan

0
10
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menghadiri gladi kotor hari pertama Upacara Peringatan Detik-Detik Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh

INFODENPASAR, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemberian tanda jasa dan kehormatan pada tahun 2026 dipertimbangkan diberikan kepada individu dari berbagai bidang, termasuk tokoh teknologi yang memiliki paten internasional hingga sejumlah menteri yang dinilai memiliki prestasi.

“Individu-individu yang mengabdikan diri di bidang teknologi sampai memiliki paten-paten teknologi yang itu diakui di dunia internasional, itu juga salah satu yang masuk di dalam daftar,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/08/2026).

Prasetyo mengatakan pemerintah masih memfinalisasi daftar penerima penghargaan yang rencananya diberikan sekitar satu minggu setelah peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI itu.

Presiden Prabowo Subianto, kata dia, telah beberapa kali berdiskusi dengan tim Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan mengenai sosok-sosok yang dinilai layak menerima penghargaan tersebut.

Salah satu kelompok yang menjadi pertimbangan adalah individu yang mengabdikan diri di bidang teknologi hingga menghasilkan paten yang diakui secara internasional.

Selain tokoh di bidang teknologi, Prasetyo mengungkapkan terdapat beberapa menteri yang juga masuk dalam pertimbangan untuk menerima tanda kehormatan tahun ini.

Namun, dia menegaskan penilaian tersebut tidak didasarkan pada apakah seseorang sebelumnya pernah atau belum pernah menerima penghargaan. Pemerintah lebih menitikberatkan pada prestasi dan kelayakan seseorang untuk mendapatkan tanda kehormatan.

“Ada beberapa yang belum pernah. Tapi kan pendekatannya bukan belum pernah atau tidak pernah ya, tetapi prestasi, kemudian dianggap layak untuk menerima tanda kehormatan,” kata Prasetyo.

Dia mengatakan cakupan bidang penerima penghargaan tahun ini akan sangat beragam karena pemerintah menilai calon berdasarkan kontribusi dan prestasi masing-masing.

Ketika ditanya apakah jumlah penerima tahun ini akan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, Prasetyo mengatakan pemerintah belum dapat memastikan karena proses finalisasi masih berlangsung.

Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan Presiden Prabowo akan memberikan tanda jasa dan kehormatan kepada sejumlah tokoh, kesatuan, institusi pemerintah, organisasi, dan figur yang dinilai berjasa bagi bangsa dan negara.

Pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan tersebut akan dilaksanakan di Istana Negara sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia.

“Tanda jasa dan tanda kehormatan juga akan diberikan tahun ini oleh Presiden Republik Indonesia kepada seseorang, atau kepada kesatuan, atau institusi pemerintah, atau organisasi, atau figur-figur tertentu atas jasa, prestasi, darma bakti, dan kesetiaan yang luar biasa bagi bangsa dan negara,” kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7).

Dia mengatakan calon penerima tanda jasa dan tanda kehormatan berasal dari berbagai latar belakang dan telah melalui proses seleksi. “Para calon berasal dari perwakilan terbelakang sebagai akademisi, tokoh agama, seniman, birokrat, dan militer, serta tokoh-tokoh lainnya,” katanya.

Pewarta: Fathur Rochman/Maria Cicilia Galuh
Editor: La Ode Masrafi

Kantor Berita ANTARA