Wamenko Pangan Minta Daerah Lain Belajar Kelola Sampah Dari Denpasar

0
31
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq bahas Denpasar sebagai contoh mengelola sampah saat kunjungan ke SDN 5 Pedungan, Denpasar, Kamis (10/9/2026). (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

INFODENPASAR, Denpasar – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq meminta pemerintah daerah (pemda) lain di Indonesia belajar dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali, dalam mengelola sampah.

Hanif menyampaikan ini di Denpasar, Kamis (10/09/2026), usai meninjau implementasi pemilahan sampah di SDN 5 Pedungan.

“Ya, kami sudah menyampaikan ke banyak kabupaten/kota untuk belajar di Denpasar juga Badung dengan kompleksitas yang cukup tinggi, dengan kehadiran turis yang cukup banyak dari jumlah penduduknya, di sela-sela hiruk-pikuk pelayanan wisata, ini komitmen terhadap sampah tidak berkurang,” kata dia.

Wamenko Pangan mengapresiasi langkah serius Pemkot Denpasar yang dinilainya tetap berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan di tengah padatnya aktivitas pariwisata.

Menurut dia, langkah strategis yang diinisiasi pemerintah daerah dalam mendorong pemilahan sampah langsung dari sumbernya mulai dari tingkat rumah tangga, hotel, hingga sekolah, merupakan contoh nyata yang patut ditiru wilayah lain.

Hanif menuturkan, dari interaksi acaknya dengan siswa di SDN 5 Pedungan, mayoritas anak-anak mengaku sudah menerapkan pengolahan sampah organik seperti memiliki teba modern atau bag composter di rumah masing-masing.

“Mungkin di zaman-zaman kita sudah agak susah melakukan perubahan perilaku, tapi adik-adik ini dapat kita harapkan menjadi langkah besar kita untuk membangun Bali yang benar-benar berkualitas dunia dalam penanganan sampahnya, saya rasa itu yang sangat penting mengambil contoh dari implementasi penanganan sampah di sumber,” ujarnya.

Berkat upaya mengelola sampah dari sumber, Wamenko Pangan mendapat laporan Pemkot Denpasar berhasil menekan volume sampah yang dibuang ke TPA Suwung secara signifikan hingga mencapai kisaran 70 persen.

Pemkot Denpasar menargetkan penuntasan rencana strategis pengelolaan sampah ini selesai pada Desember mendatang, sehingga TPA Suwung nantinya hanya menerima sisa residu.

“Sehingga tidak ada lagi sampah-sampah segar masuk di Suwung, jadi hanya residu nanti yang akan di Suwung, untuk sampah organik sudah diselesaikan di sumber dan anorganik telah direduksi melalui berbagai macam upaya ini, sisanya di Suwung,” tutur Wamenko Hanif.

Selain penanganan dari sumber, saat ini pemerintah pusat bekerja sama dengan pemda juga sedang menyiapkan infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.

Hanif menambahkan, melalui jajaran di Kementerian Lingkungan Hidup akan terus dilakukan serta memberikan dorongan berupa insentif maupun disinsentif reputasi seperti penghargaan Adipura, guna memastikan konsistensi pemda dalam membenahi tata kelola sampah secara mendasar.

Dengan Denpasar yang dijadikan percontohan, ia berharap tahun 2027 penghargaan Adipura bisa digapai setelah sejak 2025 Bali diserbu dengan reformasi pengelolaan sampah besar-besaran.

“Kemarin masih ketinggalan karena reformasi total sampah yang dulu-dulu yang tidak pernah ditangani tapi hari ini dituntaskan, tentu banyak singgungan, banyak demo, pengertian negatif, tetapi akhirnya bisa lihat sendiri, memang kita harus mengubah perilaku kita sendiri,” tutur Hanif.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Triono Subagyo

Kantor Berita ANTARA